Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Macam Tanwi

10 Macam Tanwin


Definisi Tanwin


ِهُوَ نُوْنٌ زَائِدَةٌ تَتْبَعُ أَخِرَ الْإِسْمِ لَفْظًا وَتُفَارِقُهُ خَطًّا لِغَيْرِ التَّوْكِيْد

Adalah nun mati berupa tambahan, yang berada di akhir kalimah isim namun hanya dalam ucapan bukan dalam tulisan dan bukan untuk taukid.
Seperti Contoh :
Lafadz
Arti
بَيْتٌ
rumah
مَسْجِدٌ
masjid
زَيْدٌ
nama orang
رَجُلٌ
orang laki-laki

“Lafadh-lafadh diatas itu dinamakan kalimah isim, karena terdapat tanwin, dan tanwin tersebut bukan untuk taukid, sebab tanwin yang berfungsi untuk taukid bukan menjadi alamat (tanda) isim melainkan menjadi alamat kalimah fi'il seperti tanwin dalam lafadz "لَنَسْفَعًا"

Macam Macam Tanwin ada sepuluh, yaitu:
1) Tanwin Tamkin
2) Tanwin Tankir
3) Tanwin ‘Iwadl
4) Tanwin Muqobalah
5) Tanwin Dlorurat
6) Tanwin Hikayah
7) Tanwin Taksir
8) Tanwin Taronnum
9) Tanwin Gholi
10) Tanwin Ziyadah

Namun dari sepuluh tanwin tersebut hanya empat yang menjadi alamat/tanda kalimah isim, selainnya bisa masuk pada isim, fi'il bahkan pada huruf.

perlu diketahui bahwasanya ada empat tanwin yang hanya masuk pada kalimah isim yaitu:

1. Tanwin Tamkin
    Yaitu tanwin yang berada pada isim mu’rob munshorif (bisa bertanwin) selain jama' muannats salim.
Contoh:
Tingkah Jer
Tingkah Nasab
Tingkah Rofa’
مَرَرْتُ بِزَيْدٍ
رَأَيْتُ زَيْدًا
جَاءَ زَيْدٌ

“Lafadh ٌزَيْد dalam contoh di atas itu dinamakan kalimah isim, karena masuknya tanwin tamkin”.

2. Tanwin Tankir
    Yaitu tanwin yang masuk pada sebagian isim mabni (yaitu isim yang harokat huruf akhirnya tetap walau kemasukan amil yang berbeda-beda), dan tanwin ini berfungsi guna membedakan ma'rifat dan nakirohnya isim mabni tersebut. Apabila isim mabni diberi tanwin maka artinya menjadi
nakiroh (umum). Dan apabila tidak diberi tanwin maka artinya menjadi ma'rifat (tertentu).
Tanwin tankir ada dua macam:

1) Sima'iy, yakni hanya orang arab yang berhak memberi
tanwin pada sebagian isim mabni, seperti tanwin tankir
yang berada pada isim fi'il.
Contoh : ْصَه diam ! menjadi ٍصَه
“Lafadh صه ketika tidak ditanwin maka artinya
menyuruh diam dari aktifitas seseorang yang sedang
dilakukannya. Tetapi ketika diberi tanwin maka artinya
menyuruh diam dari aktifitas seseorang dari segala hal.

2) Qiyasiy, yakni tidak hanya orang arab saja yang berhak
memberi tanwin pada sebagian isim mabni. Seperti
tanwin tankir yang masuk pada isim alam yang diakhiri
lafadh ِوَيْه. setiap isim alam yang berakhiran وَيْه boleh
diberi tanwin tankir, seperti ِنُفْطُوَيْهِ ،عَمْرُوَيْهِ ، سِبَوَيْه
Contoh :
ِجَاءَ سِبَوَيْه menjadi ٍسِبَوَيْه
ِرَاَيْتُ سِبَوَيْه menjadi ٍسِبَوَيْه
ِمَرَرْتُ بِسِبَوَيْه menjadi ٍسِبَوَيْه

“Lafadh سِبَوَيْه dalam contoh diatas apabila tidak diberi tanwin
maka memiliki artinya tertentu yakni seorang ulama yang di kenal
ahli dalam bidang ilmu nahwu. namun apabila diberi tanwin
maka artinya mencakup semua orang yang bernama
Sibawaih.

3. Tanwin ‘Iwad
    Ialah tanwin yang berguna untuk mengganti lafadh yang lain.
Tanwin ‘iwad ada tiga macam:

a) 'Iwadl ‘anil jumlah (pengganti dari jumlah yang
dibuang). Contoh :
َوَأَنْتُمْ حِيْنَئِذٍ تَنْظُرُوْن
“Tanwin yang terdapat pada lafadh ٍإِذ adalah pengganti jumlah yaitu َبَلَغَتِ الرُّوْحُ اَلْحُلْقُوْم kemudian dibuang guna meringankan dan memperindah kalam”.

b) 'Iwad ‘anil ismi (pengganti isim yang dibuang).
Contoh :
ٌكَلٌّ قَائِم
ٌكُلٌّ قَائِم asalnya كُلُّ النَّاسِ قَائِمٌ (setiap manusia berdiri)  
بَعْضٌ قَائِمٌ asalnya بَعْضُ النَّاسِ قَائِمٌ (sebagian manusia berdiri)
   
c) 'Twad anil harfi (pengganti huruf yang dibuang)
: Contoh
ٍجَوَارٍ، غَوَاش asalnya ُجَوَارِيُ ، غَوَاشِي

Catatan:
            Tanwin ‘iwadl pada umumnya terjadi dalam lafadh ْكُلٌّ, بَعْضٌ, اِذ 
dan pada isim manqush (isim yang akhirnya berupa huruf ya') yang ghoiru munshorif (tidak menerima tanwin) baik berupa jama' seperti dalam contoh di atas, atau berupa
mufrod seperti ٍأَغَيْم asalnya ُأَغَيْمِي menjadi tashghir dari
lafadh أَغْمَى (orang buta).

4. Tanwin Muqobalah
    Ialah tanwin yang terdapat pada isim jama' muannatssalim, sebagai perbandingan dari nun yang terdapat dalam jama' mudzakkar salim. Contoh:
ٌمُسْلِمَاتٌ مُؤْمِنَات (beberapa wanita muslim dan mu'min)

“Tanwin yang terdapat pada akhir lafadh tersebut menjadi
bandingan dari nun yang terdapat dalam lafadh مُسْلِمُوْنَ، مُؤْمِنُوْنَ.
  
Sedangkan tanwin yang bisa masuk pada fi'll Bahkan pada huruf adalah sebagai berikut:

5. Tanwin dorurot
    Ialah tanwin yang bertemu pada munada yang mabni, baik
mabni rofa' maupun nashob. Contoh :
Mabni rofa':
سَلاَمُ اللهِ يَا مَطَرٌ عَلَيْكَ # وَلَيْسَ عَلَيْكَ يَا مَطَرُ السَّلاَمُ

Mabni nashob :
یَاعَدِبًّا لَقَدْ وَقَتْكَ الْأَوَاقِي

6. Tanwin ziayadah
    Tanwin ini bisa juga dinamai dengan tanwin munasabah, yang memiliki pengertian ialah tanwin yang bertemu isim ghoiru munshorif dengan tujuan untuk penyesuaian/keserasian.
Contoh : ًسَلاَسِلاً وَاَغْلاَلا

Imam Nafi' membaca dengan tanwin pada lafadz سَلاَسِلاً, padahal lafadz tersebut berupa shighot muntahal jumu' yang termasuk illat isim  ghoiru monsorif (tidak bisa menerima tanwin), hal ini untuk menserasikan atau menyamakan dengan lafadz setelahnya ًاَغْلاَلا .

7. Tanwin taksir
    Kata lain dari tanwin ini adalah tanwin hamzi, yang memiliki pengertian tanwin yang bertemu
pada sebagian isim mabni yang berfaidah menunjukkan arti banyak (تَكْثِيْر).
Contoh :
َهَؤُلاَءٍ قَوْمُك (mereka (banyak) kaummu).

8. Tanwin Hikayah
    Ialah tanwin yang bertemu dengan isim ghoiru munshorif yang berfungsi untuk hikayat/   menceritakan aslinya.
Contoh :
 ضَارِبَةٌ عَلىَ وَزِنٍ فَاعِلَةٌ
ٌمِضْرَابٌ عَلىَ وَزْنٍ مِفْعَال
Lafadz فَاعِلَةٌ dan ٌمِفْعَال meruapakan isim ghoiru munshorif karena
bersamaan dengan dua l’llat yaitu alamiytul jinsi dan taʼnis. Di beri tanwin karna untuk menghikayatkan mauzunya (yang diikuti) yaitu ضَارِبَةٌ dan مِضْرَابٌ

9. Tanwin Taronnum
    Ialah tanwin yang terdapat pada akhir bait sya'ir yang bunyinya panjang (qofiyah muthlaqoh) karena akhirnya berupa huruf illat. seperti yang terdapat pada ungkapan seorang
penyair:
                                     أَقِلِّى اللَّوْمَ عَاذِلَ وَالْعِتَابَنْ  #   وَقُوْلِي إِنْ أَصَبْتُ لَقَدْ أَصَابَنْ

Tinggalkanlah celaan dan makianmu itu wahai perempuan pencela, dan katakanlah olehmu bila aku berbuat benar, sungguh aku telah berbuat benar.

Lafad الْعِتَابَنْ dan أَصَابَنْ, asalnya اَلْعِتَابَا dan اَصَابَا  kemudian didatangkan Nun sebagai ganti huruf illat alif agar tidak terjadi taronnum (membaguskan dan meliuk-liukan suara).

10. Tanwin Gholi
      Menurut imam Imam Akhfasy, tanwin gholi ialah tanwin yang berada diakhir pada akhir bait yang tidak dibaca panjang (qafiyah muqayyadah) karena akhirnya berupa huruf shohih, seperti ucapan seorang penyair:

ْوَقَائِمُ الْأَعْمَاقِ خَاوِي الْمُخْتَرِقَنْ # مُشْتَبِهِ الْأَعْمَاقِ لَمَّاعِ الْخَفَقَن
Banyak sekali tempat yang tak seorangpun bisa menempuhnya karena banyak keserupaan dan tidak jelasnya, namun untaku mampu menempuh dan menemukannya.

Lafadz الْمُخْتَرِقَنْ itu asalnya ْالْمُخْتَرِق, kemudian dimasuki Nun menjadi الْمُخْتَرِقَنْ untuk menyesuaikan wazan, lalu huruf qofa diharokati fathah atau kasroh agar tidak terjadi iltiqoussakinain (bertemunya dua huruf mati).







1 komentar untuk "10 Macam Tanwi"