Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kitab-Kitab Karya Imam Sibawaihi Dibakar Oleh Istrinya

Jika melihat sejarah para ulama salaf yang berkomitmen dalam keilmuan, mempersembahkan jiwa dan raga hanya untuk perkembangan ilmu pengetahuan, maka kita akan menemukan kisah mereka amat beragam. Keajaiban-keajaiban yang mencengangkan, pristiwa-pristiwa langka yang terjadi pada mereka, perbuatan menakjubkan yang tidak akan mampu dilakukan oleh orang lain, bahkan prinsip hidup yang sulit dipercaya adanya jika dijalankan oleh manusia biasa.  

      Prinsip dan komitmen para ulama terdahulu terhadap ilmu pengetahuan amatlah kuat. Keistimewaan yang dibangun didalam pribadi-pribadi mereka tidak dapat terbeli oleh tawaran-tawaran apapun. Bagi mereka ilmu adalah harga mati, karena mereka memiliki prinsip bahwa tanpa ilmu, bagaimana masa depan umat manusia?

   Prinsip tersebut rupanya menjadi batزtkan kisah mereka amat beragam,tuk perkembangan ilmu pengetahuan, maka kita akan mendapatkan kisau besar yang sangat kokoh dan kuat yang tidak akan hancur didalam diri mereka. Prinsip yang telah menjadi keasyikan tersendiri dan kepuasan menjalaninya. Prinsip yang sekaligus menjadi hobi dalam kegiatan kesehariannya. Banyak diantara mereka yang memiliki hobi berkarya, menulis puluhan kitab, berjilid-jilid judul buku tentang apa saja. Adapula yang hobinya membaca, berdiskusi, berdakwah dan berpidato. Bukti-bukti sejarah tersebut lengkap mencatat itu semua. Salah satu ulama nahwu yang  memiliki komitmen yang kuat tarhadap ilmu pengetahuan adalah ImamSibawaihi. Beliau sangat menekuni bidang ini, tak ayal jika dikemudian hari ia disebut sebagai imam dan pemuka didalam Ilmu Nahwu. 

    Salah satu kisah aneh tentang komitmen Sibawaihi terhadap ilmu pengetahuan adalah kisah yang diriwayatkan oleh Abu Al-Ala' Said Ibn Hasan al-Baghdadi dalam kitabnya Al-Fusus.

    Diceritakan bahwa pada Suatu ketika, Sibawaihi bertemu dengan seorang gadis Basrah yang cantik. Rupanya, gadis itu menyukai dirinya, karena dikalangan orang-orang Basrah, Sibawaihi terkenal ganteng dan rapi selain itu, ia juga masih muda dan cerdas. Setelah malalui proses ta'aruf dan serangkaian pengakraban, akhirnya mereka berdua menikah. Waktu demi waku mereka jalani bersama, tidak ada yang sepesial dari hubungan mereka.

    Sibawaihi yang sejak masa lajang memang memiliki hobi menulis, meski ia telah memiliki seorang istri, ia tetap tidak menghentikan hobinya. Menulis dan berkarya dalam ilmu nahwu telah menjadi komitmen didalam hidupnya.

    Setiap hari aktivitasnya hanya menulis, dimana ia berada disitulah ia melakukan hobinya menulis. Media yang dipakai untuk menulis juga beragam, sesuai dengan  apa yang ia jumpai. Bahkan, ia menulis dikulit-kulit telur yang telah matang, dedaunan, sobekan-sobekan kain yang tidak terpakai. Semua yang ia lihat, ia sulap menjadi media ilmu pengetahuan.

    Rutinitas Sibawaihi itu rupanya menyita seluruh waktunya yang dimilikinya sepanjang hari, hingga tak satupun pekerjaan yang sampai ia lakukan kecuali bergelut dengan tumpukan kitab, pena dan begadang setiap malam. Sampai-sampai, istrinya merasa jengkel karena nyaris tidak pernah ada waktu untuk mereka bermesraan.

       Sang istri mengatur siasat, ia menunggu kepergian Sibawaihi kepasar untuk membeli beberapa kebutuhannya. Saat Sibawaihi pergi kepasar, sang istri menyalakan bara api dengan balok kayu yang ia ambil dari dapur. Ia pun membakar seluruh kitab hasil karya Sibawaihi. Dalam sekejap, api itu membakar ludes semua kitab yang selama bertahun-tahun ditulis oleh Sibawaihi. Semua musnah seketika. Tak lama setelah pembakaran itu, Sibawaihi tiba di rumahya. Alangka terkejutya ia melihat  tempat kerjanya menjadi hitam terbakar. kitab-kitabnya berubah menjadi abu bakar yang berterbangan. sejenak ia mengheningkan cipta menyambut keterkejutnya itu. 

        Dalam riwayat ini diterangkan, bahwa pasca kejadian pembakaran itu, untuk kebaikan mereka berdua, Sibawaih kemudian menceraikan Istrinya. Yang lalu biarlah berlalu, beliaupun kembali berkarya melalui tulisan, sesuai dengan komitmennya dalam kedua keilmuan. Menurut penuturan sebagai ulama, diantara kitab yang terbakar itu, terdapat kitab besar yang berisi teori-teori bahasa yang Sibawaih dapatkan saat berguru kepada Al-Khalil Ibn Ahmad Al-Farahidi.

Penulis : 

Ruspandi As-Sibawaihi

Sumber bacaan :

Abu Al-Ala Al-Baghdadi, Al-Fusuh (Hal.5-8)

MUTIARA HIKMAH :

إِنَّ الْاِعْتِمَادَ عَلَى النَّفْسِ دَرَجَةٌ لَابُدَّ مِنْهَا فَي النُّهُوْضِ وَالْإِصْلَاحِ

"Teguh pada prinsip adalah derajat yang harus dimiliki untuk bangkit dan memperbaiki kualitas diri"



3 komentar untuk "Kitab-Kitab Karya Imam Sibawaihi Dibakar Oleh Istrinya"

  1. Balasan
    1. iya kang sama2, Terima kasih banyak atas kunjungan ke website kami

      Hapus
  2. sangat merangsang ustad untuk digelitiki bagi sang pembaca termasuk ana privasi

    BalasHapus