Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

20 Keistimewaan Nabi Muhammad SAW Yang Penting Untuk Diketahui

Ngajisalafy.com - Nabi Muhammad SAW merupakan satu-satunya sosok manusia yang tak pernah habis untuk dibicarakan  dan dijadikan suri tauladan khusus bagi umat Islam. Mengenai keistimewaan Beliau seakan-akan tidak bisa dilukiskan dengan untaian kata-kata karena saking mulianya. Begitu banyak orang-orang yang mengungkapkan keindahan beliau seperti ahlul bait (keluarga Nabi Muhammad SAW), para sahabat, tabi’in dan ulama’ salafus sholeh. Allah SWT pun juga memuji Beliau dalam al-Qur’an yang berbunyi:



وَإِنَّكَ لَعَلىَ خُلُقٍ عَظِيْمٍ

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar budi pekerti yang luhur” (QS. al-Qolam: 4)

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri tauladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Baca Juga: Kupas Tuntas Tentang Nabi dan Rasul

Ayat ayat diatas sangat cukup untuk menguatkan bahwa nabi Muhammad benar-benar seorang sosok yang sangat mulia. Lalu, apa saja keistimewaan yang dimiliki Nabi Muhmmad SAW?

Berikut ini penjelasanya yang kami ambil diberbagai macam kitab karangan ulama’ salaf ialah sebagai berikut:

1.  Sebagai Nabi terakhir, seperti yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang berbunyi: “Saya adalah Muhammad SAW, Nabi yang ummi, tidak ada Nabi setelahku. Saya diberi firman-firman lengkap dan pamukas.” (HR. Ahmad)

2.  Orang yang paling mulia diatas semua makhluk seluruhnya. Sebagaimana telah diriwatkan oleh imam At-Turmudzi: “Dan saya adalah orang yang paling mulia diantara orang-orang terdahulu dan orang-orang yang akan datang menurut Allah, akan tetapi saya tidak bangga.” (HR. At-Turmudzi)

3.  Penutup para Nabi dan Rasul, tidak ada Nabi sesudahnya dan tidak ada Rasul setelahnya. 

4.  Risalah Nabi Muhammad SAW untuk seluruh ummat, baik jin, manusia, bangsa Arab maupun non Arab. Sebagaimana keterangan hadis disebutkan: Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah bersabdah: “Aku diberi lima perkara kepada siapapun sebelum ummatku:

  • Aku diberi kemenangan dengan adanya rasa ketakutan atas musuh selama perjalanan satu bulan
  • Bumi dijadikan tempat sujud dan suci untukku, maka siapun ummatku dimana saja mendapatkan waktu solat maka hendaklah salat
  • Dihalalkan untukku harta rampasan perang yang tidak pernah dihalalkan untuk orang sebelumku
  • Aku diberi hak untuk memberi syafa’at.
  • Setiap Nabi diutus untuk kaumnya saja, sedangkan aku diutus untuk seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5.  Allah menjadikan ummat Nabi Muhmmad SAW sebagai ummat terbaik dan syari’atnya melengkapi semua syariat terdahulu. Sebagaimana firman Allah berbunyi:

هُوَ الَّذِىۡۤ اَرۡسَلَ رَسُوۡلَهٗ بِالۡهُدٰى وَدِيۡنِ الۡحَـقِّ لِيُظۡهِرَهٗ عَلَى الدِّيۡنِ كُلِّهٖۙ وَلَوۡ كَرِهَ الۡمُشۡرِكُوۡنَ

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur’an) dan Agama yang benar untuk dimenagkan-Nya atas segala Agama, walaupun orang-orang mesyrikin tidak menyukainya.” (QS. At-Taubah: 33)

وَمَنۡ يَّبۡتَغِ غَيۡرَ الۡاِسۡلَامِ دِيۡنًا فَلَنۡ يُّقۡبَلَ مِنۡهُ‌ ۚ وَهُوَ فِى الۡاٰخِرَةِ مِنَ الۡخٰسِرِيۡنَ

“Barangsiapa mencari Agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran:85)

6.  لَمْ يَحْتَلِمْ قَطٌّ طَهَ مُطْلَقًا أَبَدًا

“Nabi Muhmmad tidak pernah bermimpi bersetubuh baik sebelum jadi Nabi atau setelahnya”

7.  وَمَا تَثَائَبُ أَصْلاً فِي مَدَى الزَّمَنِ

“Dan beliau sama sekali tidak pernah menguap sepanjang masa”

8.  مِنْهُ الدَّوَابُ فَلَمْ تَهْرَبْ 

“Tidak ada satupun binatang/hewan yang melarikan diri (liar) dari beliau”

9.  وَمَا وَقَعَتْ ذُبَابَةٌ أَبَدًا فِي جِسْمِهِ الْحَسَنِ

“Tidak pernah ada lalat yang hinggap ditubuh beliau yang mulia”

10.  بِخَلْقِهِ كَأَمَامٍ رُؤْيَةٌ ثَبَتَتْ

“Beliau bisa mengetahui sesuatu yang ada dibelakangnya (seperti halnya melihat sesuatu yang ada)”

11. وَلاَ يُرَى أَثْرُ بَوْلٍ مِنْهُ فِي عَلَنٍ    

“Bekas air kencing beliau tidak pernah dilihat permukaan bumi”

12.  وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَسَعَتْ

“Hati beliau senantiasa tidak pernah tidur, walaupun ma'rifat (mata) beliau ngantuk”

13.  وَلاَ يَرَى ظِلَّهُ فِي الشَّمْسِ ذُوْ فَطِنِ

“Bayangan beliau tidak perna dapat dilihat oleh orang lain meskipun beliau berada dibawah sinar matahari”

14.  كَتْفَاهُ قَدْ عَلَتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا

“Kedua pundak beliau selalu terlihat lebih tinggi dari pundak orang-orang yang duduk bersamanya”

15.  عِنْدَ الْوِلاَدَةِ صِفْ يَا ذَا بِمُخْتَتَنٍ

“Beliau dilahirkan ke dunia sudah dalam keadaan kerkhitan”

16.  Mulianya nama beliau, maksudnya ialah Allah SWT memanggil Nabi Muhammad SAW dengan sebutan kedudukan risalahnya, bukan dengan namanya sendiri sebagaimana memanggil nama Nabi-Nabi yang lain seperti Adam AS, Nuh AS, Ibrahim AS, dan lainnya. Seperti contoh yang terdapat pada al-Qur'an yang berbunyi: 

يَا أَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَلَتَهُ وَاللهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِيْنَ

“Wahai Rasul, sampaikan apa yang telah diturunkan kepadamu. Bila kamu tidak kerjakan, artinya kamu tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah memeliharamu dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir.” (QS. al-Maidah ayat: 67 ) 

17.  Keistimewaan Jasmani, maksudnya apabila Nabi Muhammad SAW berdoa atau memohon sesuatu, maka Allah sendiri menjawab dengan Dzat-Nya. Hal ini tidak Allah lakukan kepada Nabi-Nabi yang lain. Seperti terjadi pada kisah sahabat Qatadah bin Nu’man RA, yang matanya terluka hingga bola matanya keluar ke pipi oleh busur panah ketika beliau berusahan melindungi Nabi Muhammad SAW pada perang Uhud. Kemudian Rasulullah SAW memohon kepada Allah SWT agar mata sahabat Qatadah yang jatuh ke pipinya dikembalikan lagi seperti semula dan Allah SWT mengabulkan permintaan tersebut.

18.  Dikaruniai pemberian Allah tanpa diminta, sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرْ

“Sungguh, kami telah menganugrahkanmu banyak pemberian.” (QS. Al-Kausar: 1)  

19.  Allah SWT senantiasa memaafkan Nabi Muhammad sebelum berbuat dosa, maksudnya disini ialah Allah SWT telah memaafkan segala sesuatu yang terjadi pada beliau seperti meninggalkan yang lebih utama dan lebih pantas, bukan dosa seperti yang kita lakukan. Hal ini sebagaimana firman Allah:

عَفَا اللهُ عَنْكَ لِمَ أَذِنْتَ لَهُمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِيْنَ

“Semoga Allah memaafkanmu, mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (uzur) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?” (QS. At-Taubah: 43)

20.  Keridhoan Allah, maksudnya Allah SWT tidak pernah menolak sedekah, infaq dan fidyah Nabi Muhammad SAW sebagaimana Allah menolak fidyah dan sedekah pada Nabi lainya, seperti Nabi Muhammad menyembelih hewan kurban untuk ummatnya, menebus kafarah sahabanya yang melakukan jima’ disiang hari pada bulan ramadhan.

Demikian 20 keistimewaan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW, yang mana sebagaian besar keistimewaan ini tidak dianugrahkan pada Nabi dan Rasul lainya. Wallahu a’lam

Sumber:

  • Al-Qur’an
  • Kitab Shoheh Bukhori dan Muslim
  • Kitab Nashoihul ‘Ibad
  • Kitab Muraqi al-Ubudiyyah


Posting Komentar untuk "20 Keistimewaan Nabi Muhammad SAW Yang Penting Untuk Diketahui"