Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Asal Usul Munculnya Aliran Syi’ah dan Tokoh Pendirinya

Asal usul munculnya aliran Syi’ah ialah bermula ketika terjadinya suatu konflik diantara Ali bin Abi Thalib r.a. dengan Mu’awiyah bin Abi Sofyan, maka kesempata ini dimanfaatkan oleh kaum Yahudi dan Majusi dengan tujuan untuk memecah belah persatuan ummat Islam. Diantaranya dengan cara menyebarkan fitnah dan musuh diantara kaum muslimin. Taklama dari itu, Kemudian muncullah seorang Yahudi yang bernama Abdullah bin Saba’ memperlihatkan kecintaanya kepada Ali bin Abi Thalib r.a. dan menyuarakan lebih berhaknya beliau untuk menjadi seorang khalifah (pemimpin). Abdullah bin Saba’ sangat berlebihan dalam hal ini sampai-sampai ia menganggap Ali bin Abi Thalib r.a. sebagai Tuhan seperti halnya apa yang dilakukan oleh kaum Yahudi kepada Nabi Uzair, mereka mengatakan: “Nabi Uzair adalah putra Allah”. Dan juga seperti yang dilakukan orang Nasrani terhadap nabi Isa a.s. dengan mengatakan: “Isa al-masih ialah anak Allah”. Abdullah bin Saba’ juga pernah berkata kepada Ali bin Abi Thalib r.a: “Kamu adalah kamu” maksudnya “kamu adalah Tuhan”

Akibat perkataanya itu akhirnya Ali bin Abi Thalib r.a. mengasingkanya ke kota madinah. Ibnu Saba’ adalah orang pertama kali yang mengatakan secara terang-terangan mengenai kepemimpinan Ali bin Abi Thalib r.a. dan darinya pula muncullah kelompok-kelompok yang juga berlebihan akan kecintaanya kepada Ali bin Abi Thalib r.a dengan mengatakan: “Sesungguhnya Ali bin Abi Thalib r.a. lebih berhak dan lebih utama atas ke-Nabian dan kerasulan dari pada Nabi Muhammad SAW, dan sesungguhnya Allah SWT mengutus malaikan Jibril kepadanya (Ali) akan tetapi malaikat Jibril keliru dan menyampaikan wahyu kepada nabi Muhammad SAW”.

Demikianlah asal-usul aliran Syi’ah,  kemunculanya dikoordinatori oleh orang Yahudi (Abdullah bin Saba’) yang menyuarakan bahwa kepemimpinan islam setelah Nabi Muhammad SAW ialah milik Ali bin Abi Thalib semata. Abdullah bin Saba’ ber-argumentasi bahwa setiap para Nabi memiliki penggantinya, menurutnya Ali bin Abi Thaliblah orang yang diwasiati Rasulullah SAW sebagai penggantinya. Akan tetapi setelah wafatnya Rasulullah SAW para sahabat merampas haknya Ali bin Abi Thalib untuk menjadi khalifah (pemimpin). Akhirnya mereka menentukan langsung sahabat Abu Bakar r.a., menjadi khalifah sebagai ganti dari Ali bin Abi Thalib, kemudian diteruskan oleh oleh Umar r.a., kemudian Ustman r.a.

Pelatakan Dasar Ideologi Syi’ah

Sesungguhnya Abdullah bin Saba’ adalah orang yang pertama kali meletakkan dasar-dasar ideologi Syi’ah dan menyebarkan benih-benihnya. Ulama Syi’ah al-Kisa’i menyebutkan dalam kitabnya yang berjudul Rijal al-Syi’ah: “Sebagian ulama’ berpendapat sebenarnya Abdullah bin Saba’ adalah orang Yahudi kemudian masuk islam dan bersahabat dengan Ali bin Abi Tholib r.a., disaat ia masih menganut agama Yahudi ia punya kajian yang nyeleneh yaitu dengan pernyataanya bahwa Yahya bin Nuh adalah orang diwasiati nabi Musa a.s., sebagai pengantinya”. Kemudian setelah ia masuk islam dan setelah wafatnya nabi Muhammad SAW dia menyatakan hal yang sama kepada Ali bin Abi Thalib r.a.

Ketika melihat ummat Islam bersatu dan sehati maka, ia berkeinginan untuk memecah belah islam menjadi beberapa golongan sehingga kekuatan islam menjadi lemah. Ia berpura-pura masuk islam dan berusaha merusak ummat Islam. Ibnu Saba’ pergi ke Kufah, Bashrah, Iraq dan Persia, sekarang Iran untuk mengajak manusia untuk mengikuti madzhabnya yang diberi nama dengan madzhab Syi’ah. Ibnu Saba’ adalah orang pertama yang mengobarkan api permusuhan dalam diri ummat Islam dan memerintahkan manusia pada saat itu untuk mencintai Ali bin Abi Thalib r.a., dan keturunanya serta membenci Abu Bakar as-Siddiq, Umar bin Khattab dan Ustman bin Affan.

Ulama lain berpendapat: “Syi’ah telah berhasil menyesatkan orang-orang Persia (Iran) sehingga menjadikanya pengikut setia dan fanatic terhadap Ali bin Abi Thalib r.a. serta keturunanya”. Mereka meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib berserta keluarganya meupakan ma’sum (dijaga dari melakukan kesalahan). Akhirnya dari berlebih-lebihannya dalam mencintai sayyidina Ali beserta keturunanya hingga menyebabkan ke taraf kekufuran. Semua itu disebabkan  kerena dahsyatnyaa penghinaan dan pengkafiran mereka terhadapat Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utman bin Affan dan pengikut-pengikutnya. Kelompok ini, sudah menyebar luas ke seluru penjuru arab dan Ajami (non arab) hingga sampai sekarang.