Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

12 Macam Shighot dalam Bahasa Arab

Ngaji Salafy | Pada kesempatan ini kami akan membahas tentang 12 macam shighot dalam bahasa arab (ilmu shorof), kalimat (kata) dalam bahasa arab jikalau dilihat dari segi makna/arti maka disebut dengan shighot. Adapun shighot dalam bahasa arab itu ada 12 macam sebagaimana yang akan kami jelaskan dibawah ini:

Definisi Shighot, Pembagian dan Contohnya

Inilah 12 Macam Shighot Dalam Bahasa Arab

  1. Fi'il Madhi (الْفِعْلُ الْمَاضِي)
  2. Fi'il Mudhore' (الْفِعْلُ الْمُضَارِعُ)
  3. Masdar Ghoiru Mim (الْمَصْدَرُ غَيْرُ الْمِيْمِيُّ)
  4. Masdar Mim (الْمَصْدَرُ الْمِيْمِيُّ)
  5. Isim Fa'il (إِسْمُ الْفَاعِلِ)
  6. Isim Maf'ul (إِسْمُ الْمَفْعُوْلِ)
  7. Shifat Musyabbihat (صِفَةٌ مُشَبِّهَةٌ)
  8. Fi'il Amar (فِعْلُ الْأَمْرِ)
  9. Fi'il Nahi (فِعْلُ النَّاهِيْ)
  10. Isim Makan (إِسْمُ الْمَكَانِ)
  11. Isim Zaman (إِسْمُ الزَّمَانِ)
  12. Isim Alat (إِسْمُ الآلَةِ)
Baca Juga: Penjelasan Syarah Nadhom Maqsud

PENJELASAN

  • Fi'il Madhi
Fi'il madhi adalah kata kerja yang menunjukan arti dirinya sendiri dan bersamaan dengan zaman madhi (masa lampau), atau bisa disebut dengan kata kerja bentuk lampau/sudah dikerjakan. Contoh ضَرَبَ (telah memukum), أَكَلَ (telah makan), نَصَرَ (telah menolong).
  • Fi'il Mudhori'
Fi'il mudhori' adalah kata kerja yang menunjukan arti dirinya sendiri dan bersamaan dengan zaman hal (sedang dilakukan) atau mustaqbal (akan dilakukan), atau dengan kata lain ialah kata kerja bentuk sedang/akan dikerjakan. Contoh: أَنْصُرُ (saya sedang/akan menolong), نَنْصُرُ (kami sedang/akan menolong).
Fi'il mudhore' itu diambil dari fi'il madhi dengan menambahkah salah satu huruf mudhoro'ah yang ada 4 (empat) yaitu:
  1. Hamzah untuk mutakallim wahdah (arti saya)
  2. Nun untuk mutakallim ma'a al-ghoiri arti kita/kami)
  3. Ta' untuk mukhotob (lawan bicara/orang kedua)
  4. Ya' untuk ghoib (dia/orang ketiga/yang dibicarakan)
kemudian dengan membaca rafa' pada diakhirnya seperti, أَنْصُرُ asalnya (نَصَرَ), نَنْصُرُ asalnya (نَصَرَ), تَنْصُرُ asalnya (نَصَرَ), يَنْصُرُ asalnya (نَصَرَ).
  • Masdar Ghoiru Mim
Masdar ghoiru mim adalah masdar (isim) yang huruf pertamanya tidak berupa mim. Contoh: ضَرْبًا (pemukulan), atau dengan kata lain ialah kalimat (kata) yang terletak nomor 3 pada tashrifan. Contoh:
ضَرَبَ - يَضْرِبُ - ضَرْبًا
Baca Juga:
  • Masdar Mim
Masdar mim adalah masdar yang huruf pertamanya berupa huruf mim. Contoh: مَضْرَبًا (pemukulan).
Adapun wazan masdar mim dari fi'il tsulasi (tiga huruf) maka mengikuti wazan (مَفْعَلٌ) seperti مَضْرَبًا (pemukulan), kecuali yang berupa bina' mitsal yang shoheh akhir, karena wazannya (مَفْعِلٌ) seperti مَوْجِلاً (ketakutan). Sedangkan yang dari ghoiru tsulasi (lebih dari tiga huruf) maka mengikuti wazan isim mafulnya (مَفْعَلٌ) seperti مَكْرَمٌ.
  • Isim Fa'il
Isim fa'il adalah kata yang menunjukan arti pelaku pekerjaan, seperti ضَارِبٌ (orang yang memukul). Isim fa'il itu diambil dari fi'il mudhari' yang mabni maklum (kalimat aktif). Adapun wazannya apabila dari tsulasi maka mengikuti wazan فَاعِلٌ dengan menambah huruf alif diantara fa' dan 'ain fi'ilnya, seperti ضَارِبٌ asalnya يَضْرِبُ. Sedangkan yang dari fi'il ghoiru tsulasi maka mengikuti wazan fi'il mudhore'nya dengan membuang huruf mudhoro'ah dan menambah mim berharakat dhommah serta huruf sebelum akhir dibaca kashrah, seperti مُكْرِمٌ asalnya يُكْرِمُ.
  • Isim Maf'ul
Isim maful adalah kata yang menunjukan sesuatu yang dikenai sasaran pekerjaan, seperti مَضْرُوْبٌ (orang yang dipukul). Isim maf'ul itu diambil dari fi'il mudhore' yang mabni majhul (kalimat pasif). Adapun wazannya itu mengikuti wazan (مَفْعُوْلٌ) bila berupa fi'il tsulasi dengan menambah huruf mim diawalnya dan wawu diantara 'ain dan lam fi'ilnya, seperti مَضْرُوْبٌ asalnya يُضْرِبُ. Namun jikalau berupa fi'il ghoiru tsulasi (lebih tiga huruf) maka mengikuti wazan fi'il mudhore'nya yang ditambah mim diawalnya dan dibaca dhommah serta huruf sebelum akhir dibaca fathah, Seperti مُكْرَمٌ asalnya يُكْرَمُ.  
  • Shifat Musyabbahat
Sifat musyabbahat adalah kata sifat yang tetap pada sesuatu yang disifati, seperti: حَسَنٌ (bagus).
Sihfat musyabbihat itu diambil dari fi'il laazim (kata kerja yang tidak butuh pada objek). 
  • Fi'il Amar
Fi'il amar adalah kata kerja yang menunjukan arti perintah, seperti إِضْرِبْ (pukullah). Fi'il amar itu diambil dari fi'il mudhore' dengan membuang huruf mudhoro'ah. Jika setelah huruf mudhoro'ah mati maka harus didatangkan hamzah washol, seperti: إِضْرِبْ asalnya تَضْرِبُ.
  • Fi'il Nahi
Fi'il nahi adalah kata kerja yang menunjukan arti larangan dengan menggunakan laa nahi (لا الناهية), seperti لا َتَضْرِبْ (jangan pukul). Fi'il nahi sebenarnya adalah fi'il mudhore' yang kemasukan لا الناهية (la yang bermakna larangan/jangan)
  • Isim Makan
Isim makan adalah kata yang menunjukan arti tempat terjadinya pekerjaan, seperti مَضْرَبٌ (tempat terjadinya pemukulan). Isim makan itu diambil dari fi'il mudhore' dengan menambah huruf mim didepannya. 
  • Isim Zaman
Isim zaman adalah kata yang menunjukan arti waktu terjadinya pekerjaan, seperti مَصْرَبٌ (waktu terjadinya pemukulan).
  • Isim Alat
Isim alat adalah kata yang menunjukan alat pekerjaan, seperti: مِضْرَبٌ (alat memukul). adapun wazan dari isim alat ada 3 yakni: مِفْعَلَةٌ، مِفْعَلٌ dan مِفْعَالٌ.

 Demikianlah 12 macam shighot dalam bahasa arab semoga bermanfaat. wallahu 'a'lam  
 

Posting Komentar untuk "12 Macam Shighot dalam Bahasa Arab"