Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

2 Macam Makna Lafadz Lakinna (لَكِنَّ) Dalam Bahasa Arab

Lafadz لَكِنَّ merupakan saudara dari إِنَّ وَأَخوَاتُهَا yang beramal menashobkan mubtada’ (menjadi  isimnya) dan merofa’kan khobar (menjadi khobarnya). Adapun lafadz ini memiliki 2 makna ialah sebagai berikut:

Faedah Lafadz Lakinna

  • Istidrok (إستدراك)

Makna ini merupakan makna yang paling banyak digunakan. Adapun pengertian makna Istidrok itu sendiri yaitu:

تَعْقِيْبُ الْكَلاَمِ بِرَفْعِ مَا يُتَوَهَّمُ ثُبُوْتُهُ أَوْ نَفْيُهُ

Artinya: “Mengiringi kalam (dengan suatu lafadz) untuk menghilangkan perkara yang disangka ada atau tidak adanya”

Contoh pertama:

زَيْدٌ يَقُوْمُ اللَّيْلُ

Artinya: "zaid itu selalu solat malam”

Pada contoh diatas muncul suatu dugaan bahwa Zaid adalah orang yang sholih padahal ia melakukan berbagai maksiat, kemudian dugaan itu kamu hilangkan dengan ungkapanmu berbunyi:

لَكِنَّهُ غَيْرُ صَالِحٌ

Artinya: “tetapi ia bukan orang sholih”

Contoh kedua:

زَيْدٌ جَاهِلٌ

Artinya: “Zaid itu orang bodoh”

Pada contoh kedua ini, diduga bahwa Zaid bukan orang sholih, padahal ia orang sholih kemudian, menetapkan kesholihanya dengan ungkapan:

لَكِنَّهُ صَالِحٌ

Artinya: “Tetapi ia orang yang soleh” 

Baca Juga: Kupas Tuntas Lafadz قَبْلُ dan بَعْدُ

  • Taukid (توكيد)

لَكِنَّ lafadz yang berfaedah taukid hukumnya sedikit. Yang dimaksud berfaedah taukid disini ialah memperkuat suatu makna. 

Contoh:

لَوْ جَاءَ نِيْ زَيْدٌ لَأَكْرَمْتُهُ

Artinya: “Jika Zaid datang, tentu aku akan menghormatinya”

Dari ungkapan ini dapat kita ketahui bahwa Zaid tidak datang kemudian ucapan itu engkau taukidi dengan ucapan لَكِنَّهُ لَمْ يَجِئْ (tetapi tidak datang).

Pendapat Para Ulama’ Tentang Asal Muasal Lafadz لَكِنَّ

  • Menurut ulama’ Bashroh dan imam Ibn Hisyam lafadz لَكِنَّ adalah huruf Bashithoh (tidak tersusun) melainkan tersendiri.
  • Menurut imam Farro’ asal dari lafadz لَكِنَّ adalah لَكِنْ dan أَنْ kemudian hamzahnya dibuang karena untuk meringankan dan nunnya lafadz لَكِنْ digabungkan pada huruf yang mati setelahnya yakni nun pada lafadz أَنْ maka menjadi لَكِنَّ.
  • Menurut para ulama Khufah لَكِنَّ adalah huruf murakkab yakni tersusun dari lafadz لاَ, كَافْ زَائِدَةْ, dan أَنْ, kemudian hamzahnya lafadz أَنْ nya dibuang karena untuk meringankan.
Baca Juga: Perbedaan Masdar dan Isim Masdar

Demikianlah 2 macam makna lafadz لَكِنَّ dalam bahasa Arab semoga bermanfaat.
Wallahu 'A'lam

Refrensi:

  • al-Mu'jam al-mufasshal Fi-al-I'rab Hal. 388

لكنّ 

حرف مشبّه بالفعل، يدخل على الجملة الاسمية، فينصب المبتدأ اسما له ويرفع الخبر خبرا له، ويفيد :

١ ـ الاستدراك : بمعنى أن يتقدّمها كلام مناقض في الحكم لما بعدها، نحو : «ما خالد راسبا لكنّه ناجح» «لكنّه» :حرف مشبّه بالفعل، يفيد الاستدراك مبنيّ على الفتح لا محلّ له من الإعراب. والهاء ضمير متّصل مبنيّ على الضمّ في محلّ نصب اسم «لكنّ». «ناجح» خبر «لكنّ» مرفوع بالضمّة الظاهرة. وجملة «لكنّه ناجح» استئنافيّة لا محلّ لها من الإعراب).

٢ ـ التوكيد : نحو : لو فاز خالد لأكرمته لكنّه لم يفز.

إذا لحقت «لكنّ» «ما» الزّائدة كفّتها عن العمل ، نحو : عزمت على السفر لكنّما الطائرة متعطّلة

«لكنّما: حرف مشبّه بالفعل دخلت عليه «ما» فأبطلت عمله، مبنيّ على الفتح لا محلّ له من الإعراب

«ما : حرف زائد وكاف مبنيّ على السكون لا محلّ له من الإعراب. «الطائرة» : مبتدأ مرفوع بالضمّة الظاهرة. «متعطلة» : خبر المبتدأ مرفوع بالضمّة الظاهرة. وجملة «لكنّما الطائرة متعطّلة» استئنافيّة لا محلّ لها من الإعراب