Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Artikel Tentang Kebangkitan Bahasa Arab

Ngaji Salafy | Kita tahu bahwasanya bahasa arab merupkan salah satu bahasa yang paling banyak dipelajari hampir diseluru penjuru dunia tanpa terkecuali negara Indonesia, tepatnya di lembaga pendidikan islami (pesantren). Selain itu bahasa ini juga sangat penting untuk dipelajari karena dengannya kita akan mengetahui al-Qur'an, al-Hadist, yang keduanya merupakan sumber-sumber diambilnya landasan suatu pijakan hukum. oleh karena itu pada kesempatan ini kami akan mengupas kandungan makna dari sebuah artikel yang bertema "Kebangkitan Bahasa Arab" yang text aslinya bisa kalian download Disini.

Baca Juga: Terjemah Nadhom Alfiyah Ibnu Malik Beserta Penjelasan Syarah

نَهْضَةُ اللُّغَةِ

(Kebangkitan Bahasa)

    المُفْرَدَاتُ

 (Kosa Kata)

  • الدّهر (era, masa, jangka waktu)                          
  • الرقي (kemajuan, perkembangan)
  • تضبط (mengatur)
  • المقتدون (para pengikut)
  • أدّى (meunaikan, melaksanakan)
  • الفصاحة (Kefasihan)
  • امتازت (ditandai)
  • مدقّق (mencermati, teliti, hati-hati)
  • عمّت (umum)
  • مواضع (tempat-tempat)
  • حريّ (paling penting)
  • تزهو (bagus)
  • ألّف (menyusun)

لَقَدْ أَتَى عَلىَ اللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ حِيْنٌ مِنَ الدَّهْرِ هَجَرَهَا فِيْهِ أَهْلُهَا أَيَّامَ دَوْلِ الْمَمَالِيْكِ وَنَسَوْا مَا كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ الْفُصَاحَةِ وَالرُّقِي وَالْإِنْتِشَارِ الْعَظِيْمِ فِي كَثِيْرٍ مِنَ الْأَقْطَارِ بَيْنَ جَمِيْعِ الطَّبَقَاتِ عَظِيْمِهَا وََحَقِيْرِهَا لَماَّ امْتَازَتْ بِهِ مِنَ الرِّقَّةِ وَالسَّعَةِ أَيَّامَ دَوْلِ الْإِسْلاَمِ

"Bahasa arab telah datang disaat orang-orang meninggalkannya pada era negara kerajaan. Mereka melupakan kefasihan, kemajuan dan penyebaran yang besar diberbagai negara diantara semua tingkatan yang besar maupun rendah, Itu semua ketika ditandai oleh kelembutan dan keluasan pada era kerajaan/pemerintahan islam". 

وَلَقَدْ شَعَرَ الْعَرَبُ بَعْدَ انْتِظَامِ بِلاَدِهِمْ فِي هَذَا الْعَصْرِ الْحَدِيْثِ بِشِدَّةِ الْحَاجَةِ إِلىَ إِحْيَاءِ اللُّغَةِ فَنَشَأَتْ بَيْنَ أَظْهَرِهِمْ نَهْضَةٌ مُبَارَكَةٌ تُنَاوِلَتْ كُلُّ طَبَقَاتِ الْأُمَّةِ فَحَرِيِّ بِأَبْنَاءِ الْبِلاَدِ الْيَوْمِ أَنْ يَعْمَلُوْا جَهْدَهُمْ عَلىَ بُلُوْغِ هَذِهِ الْغَايَةِ

"Dan selelah terorganisirnya negara mereka (orang arab) di era modern ini, orang-orang arab merasakan kebutuhan yang sangat esensial untuk menghidupkan kembali bahasanya. Kemudian muncul kebangkitan yang integritas diantara mereka (orang arab) yang ditujukan kepada semua tingkatan bangsa, maka saat ini yang paling penting bagi armada/generasi negara itu untuk berusaha dengan intens (sungguh-sungguh) agar bisa menggapai suatu tujuan.

فَإِذَا تَكَلَّمْتَ فَلاَ تَسْتَعْمِلُ مِنَ الْكَلِمَاتِ إِلاَّ مَا يَصِحُّ أَنْ تَكْتُبَهُُ وَإِذَا كَتَبْتَ فَلاَ تَكْتُبُ إِلاَّ الْكَلِمَاتِ الّتِي تَرَاهَا فِيْ الْكُتُبِ وَحِيْنَئِذٍ يَجِبُ عَلَيْكَ إِذَا قَرَأْتَ أَنْ تَضْبَطَ الْكَلِمَاتِ لَأَنَّهَا سَتَأْتِي فِي حَدِيِثِكَ مَعَ النَّاسِ وَأَنْ تَتَأَمَّلَ إِلىَ رَسْمِهَا لَأَنَّكَ سَتَكْتُبُهَا فِي دُرُوْسِكَ أَوْ فِي رِسَائِلِكَ وَأْنْ تُعَلِّقَ مَعْنَاهَا وَتَعْرِفُ مَوَاضِعَ اسْتِعْمَالِهَا حَتَّى تَكُوْنَ مُدَقِّقًا

"ketika kamu berbicara maka, jangan menggunakan kalimat (kata-kata) kecuali yang benar untuk engkau tulis, dan jika engkau hendak menulis maka, jangan menulis kalimat kecuali kalimat tersebut sudah engkau lihat di berbagai macam kitab. Dan juga demikian ketika engkau membaca, maka harus mengatur kalimat itu, karena kalimat itu akan masuk ke dalam percakapanmu dengan orang lain dan renungkan tulisannya, karena engkau akan menuliskannya dalam pelajaranmu atau dalam surat-suratmu dan menghubungkan artinya dan mengetahui tempat-tempat penggunaannya, sehingga engkau bisa mencermatinya". 

فَالنَّاسُ لاَ يَعْرِفُوْنَ أَنَّكَ تَعَلَّمْتَ إِلاَّ إِذَا كُنْتَ مُدَقِّقًا فِي قَوْلِكَ وَكِتَابَتِكَ وَلُغَتُنَا لاَ تَحْيَا وَلاَ تَزْهُو إِلاَّ إِذَا نَهَضَنَا بِهَا عَلىَ هَذَا النَّحْوِ فَتَجَنَّبْ لُغَةَ الْعَامَّةِ وَالتَزِمْ التَّعْبِيْرَ بِاللُّغَةِ الْصَحِيْحَةِ مَا قَدَرْتَ 

"Orang-orang tidak tahu bahwa engkau telah belajar kecuali engkau berhati-hati dalam berbicara dan tulisan. Dan bahasa kita (orang arab) tidak bisa hidup dan bagus kecuali kita memajukannya dengan metode ini (ilmu nahwu). Maka hindarilah lughoh 'aammiyyah (bahasa pasaran) dan gunakanlah ungkapan-ungkapan dengan menggunakan bahasa yang benar yang engkau kuasai. 

فَإِذَا قَامَ كُلُّ الْمُتَعَلِّمِيْنَ بِذَلِكَ كَثُرَ المُتَكَلِّمُوْنَ بِاللُّغَةِ الصَّحِيْحَةِ وَإِذَا كَثُرُوْا كَثُرَ المُقْتَدُوْنَ بِهِمْ وَعَمَّتْ الْأَلْفَاظُ الصَّحِيْحَةُ جَمِيْعَ طَبَقَاتِ الْأُمَّةِ وَأَلَّفَ النَّاسُ الْأَلْفَاظِ الْعِلْمِيَّةِ فَتَكُوْنُوْنَ قَدْ أَدَّيْتُمْ بِذَلِكَ خِدْمَةٍ لِلُغَةِ الْإِسْلاَمِ

"Jika setiap pelajar telah bangkit, maka banyak pembicara (yang ingin diungkapkan) dengan bahasa yang benar. Dan ketika telah banyak orang yang mengikutinya dan lafadz lafadz (kata-kata) yang benar telah menyebar secara umum, diseluruh lapisan bumi (bangsa) dan mayoritas orang telah menyusun kata-kata ilmiah, maka engkau telah menunaikan pengabdian untuk bahasa Islam (bahasa arab).

Demikianlah artikel tentang kebangkitan bahasa arab ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Wallahu 'a'lam 

Nb: Jika terdapat kesalahan dalam pemberian harakat atau tidak kesesuaian makna maka dimohon dengan hormat untuk diperbaiki atau bisa langsung menghubungi admin dikolom komentar