Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah 2 Kitab Shorof yang Sering Dipelajari di Pesantren

Ngaji Salafy | Di kalangan pesantren, kitab kuning merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi khususnya bagi kaum santri. Kitab kuning menjadi rujukan utama dalam kurikulum pesantren. Istilah kitab kuning merupakan istilah yang sering digunakan di Indonesia, disebut demikian karena bentuk dari kertasnya yang berwarna kuning. 

Rekomendasi 2 Kitab Imu Shorof

Selain itu kitab kuning ini juga familiar dengan sebutan kitab gundul, disebut dengan demikian karena kitab-kitab tersebut tidak menyangdang atau memiliki harakat. Oleh karena itu, jika kita ingin bisa membaca dan memahaminya dibutuhkan ketekunan dan waktu yang relatif lama. Yang menarik dari kitab kuning ini adalah ia memiliki umur yang cukup lama hingga ratusan tahun dan tetap terjaga akan keasliannya.

Menurut para santri yang pernah mengenyam pendidikan di Pesantren, mempelajari kitab gundul atau kitab kuning bisa dikatakan susah-susah gampang. Seorang santri bukan hanya memahaminya saja melainkan juga dituntut untuk hafal seperti menghafal kitab amtsilatu al-tasrifan, nadhom imrity, nadhom maqsud, nadhom alfiyah ibnu malik dan lain lain sebagainya. Dan tidak jarang, jikalau tidak memiliki konsisten dan ketekunan yang tinggi dalam menghafal dan memahaminya para santri akan merasa sangat kesulitan.

Baca Juga: Amalan Agar Cepat Hafal dan Tidak Mudah Lupa Versi Kitab Kuning

Diantara sekian banyaknya kitab yang dipelajari di pesantren, ternyata ada 2 kitab yang menjelaskan ilmu shorof yang sering atau banyak dipelajari di pondok pesantren ialah sebagai berikut:

  • Kitab Amtshilah al-Tashrifiyyah

Kitab ini dikarang oleh Syaikh Muhammad Ma'sum bin 'Ali bin Abd al-Jabbar. Beliau merupakan orang yang berkelahiran di Indonesia dan termasuk salah satu santrinya Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari. Dikalangan santri kitab Amshilah al-Tashrif merupakan kitab yang sangat populer, kitab yang berisi seputar ilmu sorrof dasar dan disusun secara sistematis sehingga dapat memudahkan bagi para santri untuk menghafal dan memahaminya.

Adapun kitab Amshilah al-Tashrif selain menjadi pegangan wajib bagi para santri di pesantren. kitab ini juga menjadi panduan penting untuk memahami ilmu shorof dikalangan akademisi internasional. Meskipun disusun secara sistematis yang dapat memudahkan bagi pemula untuk memahami ilmu shorof sayangnya kitab ini hanya memuat sedikit keterangan, hal ini bisa dimaklumi karena mengingat dari judul dari kitab ini Amsihilah al-Tashrifa yang berarti contoh-contoh tashrif. Meskipun demikian, kitab ini tetap menjadi kitab yang sangat fundamental untuk kita pelajari.
Kitab Nadhom maqsud ini dikarang oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrahim al-Tanthawi yang merupakan seorang ulama' asal Mesir yang dikenal sebagai sastrawan. Kitab ini menyajikan seputar ilmu shorof dalam bentuk bait nadhom yang terdiri atas 113 bait.

Kitab nadhom al-Maqsud Fi al-Ilmi as-Sharfi merupakan kitab yang menjadi pilihan berikutnya setelah memahami dasar dasar ilmu shorof yang terdapat di dalam kitab Amshilah al-Tashrif. Ciri khas dari kitab ini ialah sama seperti nadhom Imrity, nadhom Alfiyah ibn Malik yakni berbentuk bait nadhom yang cukup ringkas dan mudah dipahami. 

Kitab ini sangatlah masyhur di kalangan pesantren dan menjadi materi wajib dalam kurikulum pesantren. oleh karena itu, tidaklah heran jika kitab ini memiliki banyak penjelasan atau syarah dari berbagai ulama'. Diantara kitab yang mensyarahi nadhom maqsud ini ialah kitab Hillul al-Ma'qud Fi Syarhi al-Maqsud yang dikarang oleh syaikh Muhammad ibn Ahmad al-Ilyasi al-Maqribi yang kalian bisa baca di SINI

Demikianlah 2 kitab ilmu shorof yang sangat populer dipelajari di Pesantren yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya pembaca. wallahu 'a'lam  


  

Posting Komentar untuk "Inilah 2 Kitab Shorof yang Sering Dipelajari di Pesantren"