Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah 3 Kitab Nahwu yang sering Dipelajari di Pesantren

Ngaji Salafy | Memahami bahasa arab merupakan salah satu kunci untuk memahami al-Qur'an dan al-Hadits. Dengan demikian, ada banyak cara atau metode yang muncul untuk mempelajari struktur kalimat bahasa arab (nahwu dan sharraf). Di Indonesia, salah satu lembaga yang hingga saat ini masih sangat erat dalam kajian ini ialah pondok pesantren. Setiap santri yang ada di lembaga pesantren mayoritas pernah melewati mata pelajaran ini (nahwu dan sorrof).

Dari sekian banyak kitab yang mempelajari tentang ilmu nahwu dan sharraf, tampaknya ada beberapa kitab yang sering dijadikan acuan dalam mempelajari struktur kalimat ini. Apa saja kitab itu? Berikut ini akan kami paparkan 3 macam kitab nahwu yang sering dipelajari di Pesantren.

Macam Macam Kitab Nahwu Sering Dipelajari di Pesantren

Adapun kitab-kitab nahwu yang sering dipelajari di Pesantren ialah sebagai berikut:


Kitab ini dikarang oleh Muhammad al-Shonhaji yang memuat keterangan keterangan dasar untuk memahami kalam Arab. Adapun kitab ini merupakan kitab nahwu yang paling masyhur dan sangat terkenal di kalangan santri yang mempelajari ilmu nahwu, karena kesederhanaan dalam metode penyampaiannya sehingga membuat banyak orang suka belajar bahasa arab dengan kitab ini.


Kitab ini dikarang oleh Syaikh Syarafuddin Yahya al-'Imrithy. Setelah memahami dasar-dasar ilmu nahwu yang terdapat di dalam kitab matan Jurumiyyah. Kemudian yang menjadi pilihan selanjunya ialah kitab nadhom imrity ini yang memuat 254 bait, mudah dipahami serta mudah untuk dihafalkan.


Kitab ini dikarang oleh Muhammad ibn Abdillah ibn Malik al-Andalusi. Bagi para santri yang sudah lama berada dipesantren pastinya tidak asing dengan nadhom Alfiyah ini. Nadhom alfiyah ini berisi 1002 bait yang pembahasanya lebih lengkap dari pada kitab kitab lainya. Saking lengkapnya dalam pembahasa gramatika bahasa arab sampai sampai kitab ini dijadikan rujukan akan kealiman seseorang.

Dibutuhkan pengorbanan untuk mengafalkan nadhom ini, terlebih lagi untuk memperdalaminya. kitab ini bisa dikatakan kitab yang istimewan karena saking istimewanya terdapat kitab yang menerangkan sisi tashawwuf dari kitab Alfiyah ini. Dan jika seseorang atau santri telah berhasil menghafal nadhom ini, biasanya mereka memperdalaminya dengan mempelajari kitab syarahnya yakni kitab Ibnu 'Aqil Syarah al-Fiyah ibn Malik.

Demikianlah 3 macam kitab nahwu yang sering dipelajari di Pesantren. kitab-kitab tersebut harus dipeajari secara betahap-tahap. Semoga penjelasan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan khususnya bagi pembaca setia website ini. Wallahu 'A'lam