Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah 6 Macam Makna Huruf Jer Ila (إلى)

Ngaji Salafy | Huruf jar merupakan salah satu tandan dari kalimat isim. Adapun huruf jar dalam bahasa arab (ilmu nahwu) itu sangatlah banyak diantaranya إِلىَ oleh karena itu, pada kesempatan ini kami akan membahas secara tuntas apa saja makna/arti yang terkandung pada huruf إِلىَ tersebut. Huruf jer إِلَى itu memiliki 6 arti atau makna seperti yang tertera dalam nadhom dibawah ini:

 إِلىَ لِلْإِنْتِهَا كَمَعْ وَمِنْ وَفِيْ **  وَعِنْدَ مَعْنىً وَلِتَبْيِيْتٍ تَفِيْ
Artinya: "Huruf jar إِلىَ itu untuk batas akhir dan maknanya فِيْ، مِنْ، مَعْ dan عِنْدَ dan juga untuk menunjukan arti menjelaskan"


Berikut ini 6 macam makna huruf jar إِلىَ  
1). Bermakna Intihaul Ghoyah yakni menunjukkan arti batas akhir baik pada zaman (waktu) atau makan (tempat), dan makna ini adalah yang umum (banyak) digunakan.
Contoh :
-    Intihaul Ghoyah al-Zamani
    مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَ
    "Dari Masjidil Harom sampai Masjidil Aqsho."
-    Intihaul Ghoyah al Makani
    أَتِمُّوْا الصِّيَامِ إِلَى اللَّيْلِ
    "Sempurnakanlah puasa sampai malam."
Keterangan Penting:
Majrurnya (lafadz yang dijerkan) إِلَى didalam masuk dan tidaknya dalam hukum terdapat tiga qaul (pendapat) ialah sebagai berikut:
1. Jika majrurnya إِلَى merupakan jenis dari lafadz sebelumnya maka masuk dalam hukumnya lafadz sebelumnya.
Contoh:
        أَكَلْتُ السَّمَكَةََ إِلَى رَأْسِهَا
        "Saya telah makan ikan sampai kepalanya."
2. Pendapat kedua ini mengatakan bahwa hukum majrurnya إِِلَى masuk pada lafadz sebelumnya secara mutlak baik berupa jenis dari lafadz sebelumnya atau tidak.
3. Hukumnya tidak masuk pada lafadz sebelumnya secara mutlak, dan pendapat ini adalah qaul (pendapat) yang shohih.
Contoh:
       أَكَلْتُ السَّمَكَةَ إِلَى رَأْسِهَا
       "Saya telah makan ikan sampai kepalanya."
       إِشْتَرَيْتُ إِلَى هَذَا المَكَانِ
       "Saya menjual sampai pada tempat ini."
Kalau mengikuti qaul (pendapat) yang ketiga yakni yang shohih, kepala tidak ikut di makan dan tempat ini tidak ikut dijual.

2). Bermakna Mushohabah (beserta) seperti makna مَعَ 
Makna ini berlaku pada setiap tarkib yang di dalamnya terdapat mengumpulkan sesuatu dengan yang lain, dalam mahkum atau mahkum alaih.
Contoh :
وَلاَتَأْكُلُوْا أَمْوَالَهُمْ إِلَى أَمْوَالِكُمْ
"Dan janganlah kalian makan harta mereka beserta hartamu."

3). Bermakna Ibtida' (sejak/dari) seperti maknanya مِنْ 
Contoh :
تَقُوْلُ وَقَدْ عَالَيْتُ بِالكُوْرِ فَوْقَهَا أَيُسْقَى فَلاَ يَرْوَى إِلَيَّ إبْنُ أَحْمَرَ
"Unta itu berkata (dan diatasnya sudah saya beri muatan) 'apakah ibnu Ahmar minum dariku, lalu ia tidak merasa segar."

4). Bermakna Dhorfiyyah (di/pada) seperti maknanya فِي dan hal ini menurut Imam Ibnu Malik.
Contoh:
لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أي فِي يَوْمِهَا
"Sungguh aku kumpulkan kamu semua di dalam hari kiamat."

5). Bermakna seperti maknanya عِنْدَ (dalam pandangan).
Contoh :
أَمْ لاَ سَبِيْلَ إِلَى الشَّبَابِ وَذِكْرُهُ أَشْهَى إِلَيَّ مِنَ الرَّحِيْقِ السَّلْسَلِ
"Apakah tiada jalan menuju sifat muda? padahal penyebutannya itu lebih menyenangkan dalam pandanganku dari pada arak yang murni."

6). Bermakna Tabyin yaitu untuk menjelaskan bahwa majrurnya itu adalah Fa'il (dalam maknanya) yang melakukan sesuatu yang sebelum إِلَى yang menunjukkan arti cinta atau benci dari fi'il Ta'ajjub atau isim Tafdlil.
Contoh :
رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ
"Wahai Tuhanku, penjara itu lebih aku sukai."

Keterangan Penting:
Dalam kitab Mughni Labib diterangkan bahwa makna atau arti dari huruf jer إِلَى selain makna di atas masih ada dua makna tambahan lagi yakni :
Bermakna Lam (Ikthishosh).
   Contoh:
   وَالْأَمْرُ إِلَيْكَ أَيْ مَخْصُوْصٌ إِلَيْكَ
  "Perkara ini di khususkan padamu."
Bermakna Taukid (Zaidah).
   Contoh:
   أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِيْ إِلَيْهِمْ
   "Berbagai hidangan dari manusia yang menyenangkan mereka."
Demikianlah 6 makna atau arti huruf jar ila (إِلىَ) semoga bermanfaat. Walahu 'a'lam

Refrensi
  • Hasyiyah Syoban Juz II, Hal. 213
  • Mu'jam al-mufasshol
  • Mughni al-Labib