Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjemah Nadhom Maqsud Bab Fi'il Tsulasi Madzid - Penjelasan Syarah

Bab Fi'il Tsulasi Madzid 

فَصْلٌ فِي أَبْوَابِ الثُّلاَثِي الْمَزِيْدِ

(Bab Fi’il Tsulasi Mazid)

زَيْدُ الثُّلاَثِي أَرْبَعٌ مَعْ عَشْرِ  *** وَهْيَ لِأَقْسَامٍ ثَلاَثٍ تَجْرِي

Terjemah:

Adapun fi'il tsulasi mazid berjumlah 14 bab, kemudian  dari 14 bab itu dibagai lagi menjadi 3 bagian, yang akan dijelaskan pada bait berikutnya.

Penjelasan

Fi'il tsulasi mazid adalah fi'il tsulasi (3 huruf) yang bisa ditambah satu, dua atau tiga huruf. Adapun babnya fi'il tsulasi mazid itu ada 14 bab dan terbagi lagi menjadi 3 bagian ialah sebagai berikut:

  1. Jika ditambah satu huruf maka, disebut sebagai fi’il tsulasi madzid ruba’i dan memiliki 3 bab. Yakni setiap fi'il yang ikut wazan (فَعَّلَ، أَفْعَلَ، فَاعَلَ)
  2. Jika ditambah dua huruf maka, disebut dengan fi’il tsulasi madzid khumasi dan memiliki 5 bab. Yakni setiap fi'il yang ikut wazan (إِنْفَعَلَ، إِفْتَعَلَ، إِفْعَلَّ، تَفَعَّلَ، تَفَاعَلَ)
  3. Jika ditambah tiga huruf maka, disebut dengan fi’il tsulasi madzid tsudasi serta memiliki 6 bab. Yakni setiap fi'il yang ikut wazan (إِسْتَفْعَلَ، إِفْعَوْعَلَ، إِفْعَوَّلَ، إِفْعَنْلَى، إِفْعَنْلَلَ، إِفْعَالَّ)
Penjelasan lengkap dari masing-masing bagian diatas silahkan dibaca pada nadzoman berikut ini.
Baca Juga: 7 Macam Huruf Hamzah Beserta Penggunaanya

أَوَّلُهَا الرُّبَاعِي مِثْلُ أَكْرَمَ  *** وَفَعَّلَ وَفَاعَلَ كَخَاصَمَ

Terjemah:

Adapun bagian pertama dari fi’il ruba’i adalah setiap fi’il-fi’il yang ikut wazan أَفْعَلَ (bab satu) seperti أَكْرَمَ, atau ikut wazan فَعَّلَ (bab dua), dan ikut wazan فَاعَلَ (bab tiga) seperti lafadz خَاصَمَ.

Penjelasan:

Fi’il tsulasi (fi’il yang terdiri dari tiga huruf) apabila ditambah satu huruf maka disebut denga fi’il tsulasi madzid ruba’i atau fi’il rub’i. Dan fi’il yang tergolong ini, memiliki 3 bab ialah sebagai berikut:

  • Bab If'al (باب الإِفِعَالْ)

Adapun yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan أَفْعَلَ dan memiliki berbagai macam faidah diantaranya yakni untuk muta’addikan. Seperti contoh dibahwah ini:

كَرُمَ زَيْدٌ (zaid itu mulia) jika diikutkan wazan أَفْعَلَ maka menjadi, 

أَكْرَمَ خَالِدٌ زَيْدًا (kholid memuliakan zaid).

Yang dimaksud berfaidah mu’taaddi disini ialah fi’il tersebut membutuhkan maf’ul bih (sasaran pekerjaan) seperti pada contoh diatas yang menjadi sasaran pekerjaan ialah si zaid.

  • Bab Taf'il (باب التَّفْعِيلْ)

Adapun yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan فَعَّلَ dan memiliki faidah diantaranya adalah untuk menujjukkan banyaknya suatu perbuatan yang dilakukan. Seperti:

قَطَّعَ زَيْدٌ الحَبْلَ (zaid memotong-motong tali itu), atau berfaidah beserta fa’ilnya. Seperti:

مَوَّتَ الإِبِلُ (unta itu banyak yang telah mati), atau berfaidah beserta mafulnya. Seperti:

غَلَّقْتُ الأَبْوَابَ (saya menutup pintu-pintu itu).

  • Bab Mufaa'alah (باب الْمُفَاعَلَةْ)

Adapun yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan فَاعَلَ dan memiliki faidah diantaranya adalah untuk persekutuan dua orang (perbuatan yang dilakukan oleh orang pertama terhadap orang yang kedua atau sebaliknya). Seperti:

ضَارَبَ زَيْدٌ عَمْرًا (zaid bertengkar dengan Amar) 

وَاخْصُصْ خُمَاسِيًا بِذِ الْأَوْزَانِ *** فَبَدْؤُهَا كَانْكَسَرَ وَالثَّانِي

إِفْتَعَلَ افْعَلَّ كَذَا تَفَعَّلاَ *** نَحْوُ تَعَلَّمَ وَزِدْ تَفَاعَلَ

Terjemah:

Dan khususkanlah fi’il khumasi dengan wazan-wazan berikut yang masuk pada bab khumasi, 1). bab infi’al (باب الْإِنْفِعَال) seperti إِنْكَسَر, 2). bab ifti’al (باب الِإفْتِعَالْ) 3). bab if’ilal (بَابُ الْإِفْعِلاَل), 4). bab tafa’ul (باب تَفَعُّل) seperti lafadz تَعَلَّمَ, 5). bab tafaa’ul (بَابُ التَّفَاعُل).

Penjelasan:

Fi’il tsulasi (fi’il yang terdiri dari tiga huruf) apabil ditambah dua huruf maka disebut dengan fi’il tsulasi madzid khumasi atau fi’il khumasi dan memiliki 5 bab ialah sebagai berikut:

1. Bab Infi’al (باب الْإِنْفِعَال)

Adapun yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan إِنْفَعَلَ dan fi’il yang ikut wazan ini memiliki faidah diantaranya untuk muthowa’ahnya fi’il yang mengikuti wazan فَعَلَ. Seperti:

كَسَرْتُ الزُّجَاجُ فَانْكَسَرَ (saya memecahkan kaca itu, maka ia menjadi pecah) dan juga bisa berfaidah muthowaahnya fi’il yang mengikuti wazan أَفْعَلَ. Seperti:

أَزْعَجَهُ فَانْزَعَجَ (saya mengusirnya, maka ia terusir).

2. Bab Ifti’al (باب الِإفْتِعَالْ)

Adapun fi’il yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang mengikuti wazan إِفْتَعَلَ dan memiliki faidah diantaranya ialah untuk muthowa’ahnya fi’il yang mengikuti wazan فَعَلَ. Seperti:

جَمَعْتُ اَلْإِبِلَ فَاجْتَمَعَ (saya kumpulkan unta itu maka, menjadi berkumpul unta itu) dan juga berfaidah membuatnya fa’il pada asal fi’il. Seperti:

إِخْتَبَزَ زَيْدٌ (zaid membuat roti).

3. Bab If’ilal (بَابُ الْإِفْعِلاَل)

Adapun fi’il yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan إِفْعَلَّ dan fi’il yang mengikuti bab ini memiliki faidah yakni untuk menujjukan fa’ilnya telah masuk pada suatu sifat. Seperti:

إِحْمَرَّ البُسْرُ (buah kurma itu telah merah) dan juga untuk melebih-lebihkan seperti:

إِسْوَدَّ اللَّيْلُ (sangat gelap malam itu). Fi’il fi’il yang mengikuti bab ini adalah khusus kalimat fi’il yang menujjukan arti warna atau cacat.

4. Bab Tafa’ul (باب تَفَعُّل)

Adapun fi’il yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan تَفَعَّلَ dan memiliki faidah yakni untuk mutowa’ahnya fi’il yang ikut wazan فَعَّلَ. Seperti:

كَسَّرْتُ الزُّجَّاجُ فَتَكَسَّرَ (saya pecah-pecah kaca itu, maka ia menjadi terpecah-pecah) dan juga berfaidah Takalluf (menghasilkan sesuatu sedikit demi sedikit). Seperti:

تَشَجَّعَ زَيْدٌ (zaid memberanikan diri).

5. Bab Tafaaul (بَابُ التَّفَاعُل)

Adapun kalimat fi’il yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan تَفَاعَلَ dan memiliki faidah yakni untuk musyarokah (persekutuan diantara dua orang atau lebih). Seperti:

تَصَالَحَ الَقَوْمُ (kaum itu saling berdamai) dan untuk menampakkan sesuatu yang tidak terjadi atau pura-pura. Seperti:

تَمَارَضَ زَيْدٌ (zaid itu pura-pura sakit)

ثُمَّ السُّدَاسِي اسْتَفْعَلَ وَافْعَوْعَلَ *** وَافْعَوَّلَ افْعَنْلىَ يَلِيْهِ افْعَنْلَلَ

                  ............................... ***وَافْعَالَّ مَا قَدْ صَاحَبَ اللاَّمَيْنِ                      

Terjemah:

Kemudian fi’il tsudasi (memiliki 6 bab) itu mengikuti wazan اسْتَفْعَلَ atau افْعَوْعَلَ atau افْعَوَّلَ atau افْعَنْلىَ yang diikuti oleh wazan افْعَنْلَلَ dan افْعَالَّ yang disertai dengan dua lam.    

Penjelasan:

Fi’il tsulasi (fi’il yang terdiri dari tiga huruf) apabila kemudian ditambah tiga huruf maka ia disebut dengan fi’il tsulasi mazid tsudasi atau fi’il tsudasi, dan memiliki 6 bab ialah sebagai berikut:

1. Bab Istif’al (باب الإِسْتِفْعَالْ)

Adapun kalimat fi’il yang masuk pada bab ini adalah setiap fi’il yang ikut wazan إِسْتَفْغَلَ dan memiliki faidah diantaranya untuk permintaan fa’il kepada maf’ul. Seperti:

إِسْتَغْفَرَ اللهَ (saya meminta ampun kepada Allah)

2. Bab If’auala (باب إِفْعَوْعَلَ)

Adapun kalimat fi’il yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan إِفْعَوْعَلَ dan memiliki faidah melebih-lebihkan. Seperti:

إِعْشَوْشَبَ المَكَانُ  (tempat itu sangat banyak rumputnya)

3. Bab If’awwala (باب إِفْعَوَّلَ)

Adapun kalimat fi’il yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan إِفْعَوَّل dan memiliki faidah melebih-lebihkan fi’il lazim. Seperti:

إِجْلَوَّدَ الإِبِلُ  (unta itu berjalan sangat cepat).

4. Bab If'anla (باب الإِفْعَنْلَى)

Fi’il yang ikut bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan إِفْعَنْلَى. Seperti:

إِسْلَنْقَى زَيْدٌ (zaid tidur terlentang).

5. Bab إِفْعَنْلَلَ 

Fi’il yang ikut bab ini adalah setiap kalimt fi’il yang mengikuti wazan إِفْعَنْلَلَ dan memiliki faidah melebih-lebihkan fi’il lazim. Seperti:

إِقْعَنْسَسَ الرَّجُلُ  (laki - laki itu sangat menonjol keluar dadanya).

6. Bab إِفْعَالَّ

Fi’il yang ikut pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan إِفْعَالَّ dan berfaidah melebih-lebihkan sifat pada fa’il. Seperti:

إِصْفَارَّ المَوْزُ  (pisang itu sangat kuning)

زَيْدُ الرُّبَاعِيِّ عَلىَ نَوْعَيْنِ *** ...............................

                     ذِيْ سِتَّةٍ نَحْوُ إفْعَلَلَّ إفْعَنْلَلَ *** ثُمَّ الْخُمَاسِي وَزْنُهُ تَفَعْلَلَ                      

Terjemah:

Fi’il ruba’i mazid dibagi menjadi dua macam, pertama yang memiliki 6 huruf seperti إفْعَلَلَّ dan إفْعَنْلَلَ yang kedua berupa khumasi wazanya تَفَعْلَلَ.    

Penjelasan:

Fi’il ruba’i mazid adalah fi’il ruba’i mujarrad yang diberi tambahan satu atau dua huruf. Dan dibagi menjadi 2 bagian ialah sebagai berikut:

1. Jika ditambah satu huruf  saja maka disebut dengan fi’il ruba’i mazid khumasi dan hanya memiliki satu bab yakni ikut wazan تَفَعْلَلَ seperti:

تَلَأْ لَأَ الُّجَاجُ  (kaca itu berkilau). Diantara faidahnya ialah untuk muthowa’ah. Seperti:

دَحْرَجَ الحَجَرَ فَتَدَحْرَجَ (saya mengelincirkan batu, maka tergelincirlah batu itu).

2. Jika ditambah dua huruf maka disebut denga fi’il ruba’i mazid tasudasi dan babnya hanya ada 2 yakni mengikuti wazan:

  • إِفْعَلَلَّ Contoh إِقْشَعَرَّ الجِلْدُ (kulit itu sangat mengkerut)
  • إِفْعَنْلَلَ Contoh إِحْرَنْجَمَ الإِبِلُ (unta-unta itu berkumpul)