Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Macam Huruf Law dalam Bahasa Arab

Ngaji Salafy | Pada postingan ini kami akan membahas tentang 6 macam huruf law dalam bahasa arab beserta contohnya. Huruf law (لَو) pada umumnya merupakan salah satu huruf yang memiliki banyak fungsi sebagaimana huruf huruf yang lain seperti huruf wawu, huruf alif, huruf hamzah dan lain lain sebagainnya. Oleh karena itu pada kesempatan ini kami akan membahasa secara tuntas macam-macam huruf law (لَو) dalam bahasa arab.

6 Macam Huruf Law (لَوْ)

Definisi huruf لَوْ
Huruf law (لَوْ) adalah huruf yang masuk pada fi'il madhi dan sedikit yang masuk pada fi'il yang menunjukkan zaman mustaqbal (waktu yang akan datang).
Definisi ini sebagaimana tertera dalam nadhom al-Fiyah Ibnu Malik, berbunyi:
لَو حَرْفُ شَرْطٍ فِيْ مُضِيٍّ وَيَقِلْ **  إِيْلاِؤُهَا مُسْتَقْبَلاً لَكِنْ قُبِلْ   

Berikut inilah 6 macam huruf law (لَوْ) ialah sebagai berikut:

1). Huruf Syarat (حَرْفُ شَرْطٍ)

Huruf syarat adalah huruf yang digunakan sebagai adat syarat serta membutuhkan fi'il syarat dan jawab syarat. Dalam bahasa Indonesia huruf ini memiliki arti seandainya/jikalau. Para ulama berbeda pendapat mengenai makna hakikat dari Law Syartiyah (لَوْ شَرْطِيَّة) ialah sebagai berikut:
  • Menurut Imam Sibawaih
Adapun makna huruf ini menurut beliau ialah,
حَرْفُ لِمَا كَانَ سَيَقَعُ لِوُقُوْعِ غَيرِهِ    
"Adalah huruf yang menunjukan perkara yang akan terjadi (wujud) karena wujudnya perkara itu"
  • Menurut Ulama' Lainnya
Mereka berpendapat bahwa huruf ini memiliki arti,
حَرْفُ إِْتِنَاعٍ لِإِمْتِنِاءٍ
"Adalah huruf yang menunjukan makna/arti tercegahnya sesuatu perkara (jawab) karena tercegahnya perkara lain (syarat)"

Dari kedua perbedaaan ini maka makna yang paling mashur ialah law (لَوْ) yang bermakna حَرْفُ إِْتِنَاعٍ لِإِمْتِنِاءٍ karena huruf al-Syartiyah tersebut banyak masuk pada fi'il madhi dan sangat sedikit yang masuk pada fi'il yang menunjukan makna istiqbal (akan dikerjakan), seperti:
  • Masuk Pada Fi'il Madhi
لَوْقَامَ زَيْدٌ لَقُمْتُ
"Seandainya Zaid berdiri, maka akupun berdir"
  • Masuk Pada Fi'il yang berzaman Istiqbal, sebagaimana ungkapan penya'ir:
وَلَوْ أَنَّ لَيْلَى الأَخْيَلِيَّةَ سَلَّمَتْ * علىَّ ودُونِى تُرْبَةٌ وصَفائحُ
لَسَلَمْتُ تَسْليمَ البَشَاشَةِ أَو زَقَا * إِليْها صَدًى من جانب القَبْرِ صائحُ
"Seandainya Laila al-Akhyaliyah mengucapkan salam kepada-Ku, sedangkan aku terhalang oleh tanah dan batu nisan, Maka akan ku jawab dengan salam penuh kegembiraan atau salamnya dijawab oleh suara dari dalam kubur" (Taubah bin Humair)

2). Huruf Li al-Taqlil (حَرْفُ لِلتَّقْلِيْلِ)

Huruf law sebagai li al-Taqlil adalah huruf yang digunakan untuk menunjukan bahwa sesuatu yang ada pada lafadz yang dimasuki oleh law (لَوْ) itu sedikit, seperti sabdah nabi Muhammad berbunyi:
تَصَدَّقُوا وَلَوْ بِظِلْفٍ مُحْرَقٍ
"Bersedekahlah! walaupun dengan kuku binatang yang dibakar"
 Maksud dari hadis tersebut ialah kita dianjurkan untuk melakukan shadaqoh meskipun sedikit/kecil (kuku binatang) itu lebih baik dari pada tidak bersedekah sama sekali.

3). Huruf 'Irdli (حَرْفُ عِرْضٍ)

Huruf Irdli ini bisa juga disebut sebagai huruf Lau 'Urdiyyah (لَوْ عُرْضِيَّة) yakni huruf law yang digunakan untuk menunjukan makna meminta pekerjaan dengan cara halus atau sindiran, seperti:
لَوْ تَنْزِلْ عِنْدَنَا فَتُصِيْبَ خَسْرًا
"Kiranya, engkau berkenan mampir ditempat kami, niscaya engkau akan memperoleh kebaikan"


4). Huruf Masdariyyah (حَرْفُ مَصْدَرِيَّةٌ)

Huruf masdariyyah adalah huruf yang berfungsi sebagai huruf Masdariyyah seperti أَنْ, akan tetapi ia tidak menashobkan pada fi'il mudhore'. Adapun huruf law Masdariyyah ini umumnya terletak setelahnya lafadz وَدَّ dan يَوَدُّ, seperti:
وَدُّوْا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُوْنَ 
"Maka mereka menginginkan engkau supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak pula (padamu)"

يَوَدُّ أَحَدُكُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ يَنَةٍ
"Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun"

Catatan Penting
Terdapat keterangan dalam kitab Kifayatul Ashhab berbunyi bahwasanya mayoritas ulama' tidak menetapkan Law Masdariyah (لَوْ مَصْدَرِيَّةْ), adapun ulama yang menyebutkan لَوْ مَصْدَرِيَّةْ adalah imam Farro' dan Abu 'Ali serta para pengikutnya. Hal ini ditandai dengan bahwa tempatnya لَوْ مَصْدَرِيَّةْ itu bisa diganti dengan أَنْ مَصْدَرِيَّةْ.   


5). Bimakna In (بمعنى إِنْ)

Ialah huruf law yang berlaku sebagai huruf syarat pada zaman mustaqbal (waktu akan datang), meskipun ia masuk pada fi'il madhi, maka tidak bisa menjazamkan, seperti:
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
"Dan hendaklah takut kepada Allah Swt orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka kahwatir terhadap (kesejahtraan) mereka"

6). Bermakna Tamanni (لِلتَّمَنِّيْ)

Adalah huruf law (لَوْ) yang berlaku sebagaimana لَيْتَ yang berfaidah Tamanni. Yang dimaksud dengan Tamanni disini adalah megharapkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau sukar terwujud. Law ini bisa juga disebut dengan لَوْ تَمَنِّيَّةُ, seperti:
فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
"Maka sekiranya kami depat kembali lagi (kedunia) niscaya kami menjadi orang beriman"

Demikianlah 6 macam huruf law dalam bahasa arab beserta contohnya semoga bermanfaat. Wallahu 'A'lam

Refrensi:
  • al-Mujam a-Mufasshol
  • Qawaidul I'rab
  • Kifayatul Ashab