-->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah 7 Adab dan Etika Berdo'a dalam Ajaran Islam

NGAJISALAFY.com - Do'a merupakan suatu ibadah dan senjata bagi orang-orang mukmin. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam al-Qur'an surat al-mu'min ayat 60 berbunyi: ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ (berdoalah kepada-Ku, Aku pasti mengabulkannya). Selain itu do'a juga merupakan pangkuan dari seorang hamba yang lemah kepada sang pencipta.

Allah subhana huwa ta'ala maha mendengar dan mengetahui setiap do'a yang diucapkan oleh hambanya, baik do'a tersebut menggunakan bahasa Arab, Indonesia, dan lain sebagainya. Jika anda berdoa dengan menggunakan bahasa yang tidak ma'tsur (ada dalam hadist) dari Rasulullah maka boleh saja. Namun, alangkah baiknya dan insya Allah lebih cepat terkabul manakala do'a yang digunakan adalah do'a yang pernah di contohkan oleh Rasulullah Saw, para sahabat, tabi'in, dan ulama' salafus sholeh serta memperhatikan etika dalam berdoa. Apa saja etika dalam berdoa? Silahkan simak penjelasan dibawah ini: 

Inilah 7 Adab dan Etika Dalam Berdo'a

Setiap do'a akan dikabul oleh Allah Swt, namun agar cepat dikabulkan alangkah baiknya bagi orang yang berdo'a itu memperhatikan adab dan etika berdo'a. Adapun 7 adab dan etika berdo'a dalam ajaran Islam ialah sebagai berikut:

1). Memilih waktu yang baik untuk berdo'a.
Diantara waktu yang baik untuk berdo'a agar cepat dikabul oleh Allah adalah hari Arafah, hari jum'at, bulan Ramadhan, sepertiga malam yang terahir dan lain lain sebagainya.

2). Memilih kondisi dan situasi yang baik.
Seperti ketika bersujud. Pada saat bersujud menusia sangat dekat dengan sang penciptanya. Kondisi yang lebih utama lainnya untuk berdo'a ialah tatkala berhadapan-hadapan dengan musuh, setelah solat, ketika turunnya hujan dan lain lain sebagainya.

3). Menghadap diri ke arab ka'bah (kiblat)
Ka'bah merupakan tempat yang sangat mulia, hal itu sudah sewajarnya jika ka'bah diyakini oleh orang-orang mukmin jika berdoa disana atau menghadap ke arah ka'bah dapat dengan cepat dikabulkanya do'a.  

4). Merendahkan suara
Rasulullah Saw pernah bersabdah, wahai manusia sungguh dzat yang kalian seru bukanlah tuli dan bukan pula ghaib. Sesungguhnya, dzat yang kalian seru (dekatnya) seperti antara kalian dan leher binatang kendaraan kalian. (Hr. Abu Daud)
 
5). Menggunakan bahasa yang sederhana
Dalam berdo'a tidak diperlukan kalimat sajak atau puitis. Akan tetapi menggunakan bahasa yang merendah dan penuh harapan adalah suatu yang tepat. Namun, bila kalimat yang puitis itu tidak dibuat-buat alias timbul dengan sendirinya maka hal itu tidaklah dilarang.

6). Berdoa dengan khusyu' dan penuh harapan

7). Yakin doa'nya dikabulkan (tidak ragu-ragu).
Hal ini sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah bersabdah: "Berdo'alah kepada Allah dan yakinlah do'a kalian akan dikabulkan. Sebab Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang kosong dan lalai." (Hr. Tirmidzi dan Hakim)

Demikianlah 7 adab dan etika berdo'a dalam ajaran Islam, semoga do'a yang kita panjatkan kepada sang ilahi rabbi dapat diterima dan diridhoi. 
 

Posting Komentar untuk "Inilah 7 Adab dan Etika Berdo'a dalam Ajaran Islam"