Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Khasiat Daging Puyuh dan Makna Tafsir Mimpinya

NGAJISALAFY.com - Burung Puyuh merupakan salah satu hewan unggas yang berukuran kecil, bertubuh montok, berekor pendek, dan bentuk tubuhnya bulat. Burung ini memiliki tiga jari kaki. Burung betina lebih besar dari burung jantan. Warna bulunya bervariasi, tetapi warna bulu yang betina lebih terang dari yang jantan. Puyuh hidup di daerah pertanian, padang rumput terbuka atau pada beberapa tipe tumbuhan rendah dan hutan semak-belukar yang terbuka di daerah tropika yang beriklim panas.
Manfaat Daging Puyuh Menurut Agama Islam
Pada musim berkembang biak, burung puyuh betina membuat sarang yang terbuat dari dedaunan dan rumput kering, kadang-kadang dicampur banyak ranting yang halus. Setiap kali bertelur, burung betina meletakkan tiga sampai lima butir telur. Telurnya berbentuk lebar lonjong dengan satu ujung agak runcing, berkulit tebal dan bagus, bertekstur tertutup bagus dan mengkilat, serta berwarna dasar putih kotor dan kuning muda agak kehijau-hijauan atau kemerah-merahan. Warna dasar ini sering tidak tampak karena tertutup bercak-bercak yang kehitam-hitaman. Tugas mengerami telur sampai menetas, serta memelihara dan membesarkan anak dilakukan burung puyuh jantan. Pakannya adalah biji-bijian kecil, pucuk tunas yang lunak, dan serangga.

Manfaat dan khasiat mengkonsumsi daging puyuh untuk kesehatan
1). Dagingnya hangat dan berguna menyembuhkan sakit persendian.
2). Dagingnya sangat cocok untuk orang yang suhu badannya dingin dan yang telah lanjut usia.
3). Bermanfaat mengobati penyakit kencing batu dan melancarkan buang air kecil.
4). Makan daging puyuh secara teratur bisa mencerdaskan otak.

Tafsir mimpi dalam Islam
1). Bermimpi melihat burung puyuh pertanda rejeki melalui tanaman dan pertanian.
2). Terkadang bermimpi melihat burung puyuh pertanda tindakan kriminal yang berakibat masuk pejara.

Dasar hukum
فَرْعٌ: كُلُّ ذَاتِ طَوْقٍ مِنَ الطَّيْرِ حَلاَلٌ وَاسْمُ الْحَمَامِ يَقَعُ عَلىَ جَمِيْعِهَا، فَيَدْخُلُ فِيْهِ الْقُمْرِيُّ وَالدَّبْسِيُّ وَالْيَمَامُ وَالْفَوَاخِتُ وَأُدْرِجَ فِي هَذَا الْوَرَشَانُ وَالْقَطُا وَالْحَجَلُ وَكُلُّهَا مِنَ الطَّيِّبَاتِ. (روضة الطالبين: ٥٤١/٢)

َإِذَا عَلِمْتَ ذَلِكَ اِنْتَظَمَ لَكَ مِنْ كَلاَمِ الشَّافِعِيِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَاَهْلِ اللُّغَةِ أَنَّ الْحَمَامَ يَقَعُ عَلىَ الَّذِي يَأْلَفُ الْبُيُوْت 
وَيَسْتَخْرِفُ فِيْهَا وَعَلىَ الْيَمَامِ وَالْقَمْرِيِّ وَسَاقٍ حرّ وَهُوَ ذَكَرُ الْقُمْرِيِّ وَالْفَاخِتَةِ وَالدَّبْسِ وَالْقَطَا وَالْوَرَشَانِ (التِّبْيَانْ لِمَا يَحِلُّ وَيَحْرُمُ مِنَ الْحَيَوَانِ :١٧