Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah Kaidah Cara Mengharokati 2 Huruf Sukun yang Bertemu

NGAJISALAFY.com - Bagi yang sudah pernah mengenyam pendidikan di pesantren pastinya tidak asing lagi dengan salah satu kaidah dalam ilmu gramatika bahasa Arab ini:
إِذَا حُرِكَ حُرِكَ بِالْكَسْرِ (ketika diharakati maka harkati dengan kasrah)
Atau dalam redaksi lain berbunyi,
اَلسَّاكِنُ اِذَا اُرِيْدُ تَحْرِيْكُهُ حُرِكَ بِالْكَسْرِ (huruf yang mati apabila ingin diberi harakat, maka diharkati dengan kasrah).
Contoh:
عَنْ ketika bertemu dengan ال seperti pada lafadz السَّاعَةُ maka menjadi عَنِ السَّاعَةِ. Harakat sukun yang terdapat pada lafadz عَنْ itu menjadi harakat kasrah. Untuk penjelasan lengkapnya silahkan simak dibawah ini.

إِذَا حُرِكَ حُرِكَ بِالْكَسْرِ

PENJELASAN

Kaidah ini berlaku apabila setiap huruf yang mati shahih (bukan huruf 'illat) dan huruf setelahnya bertemu dengan huruf yang mati pula, maka huruf mati yang pertama diharkai dengan kasrah, tujuannya untuk menghindari bertemunya dua huruf yang mati seperti contoh diatas. Di lain sisi, hukumnya boleh bertemunya dua huruf yang mati apabila memenuhi 2 syarat:
  1. Huruf mati yang pertama ialah huruf alif sedangkan huruf mati yang kedua ialah huruf yang di idgham-kan kepada huruf yang lain (huruf yang bertasydid). 
  2. Bertemu dalam satu kalimat.
Contoh:
دَابَّةٌ، خَاصَّةٌ
Huruf yang pertama adalah alif (ا : huruf illat) dan di idghom-kan kepada huruf lain yang bertasydid (بَّ/صَّ) serta bertemunya dalam satu kalimat yakni دَابَّةٌ dan خَاصَّةٌ yang keduanya ini merupakan kalimat isim.

Nah, jika terdapat bertemunya dua huruf yang mati dan tidak memenuhi 2 syarat diatas maka, tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, untuk menghindarkan bertemunya dua huruf yang mati maka huruf mati yang pertama diharkatkan dengan kasrah sebagaimana kaidah yang telah kami jelaskan diatas.

Namun perlu diketahui bahwa kaidah diatas memiliki pengecualian pada 2 tempat:
1). Apabila huruf mati yang pertama ialah huruf مِنْ sedangkan huruf mati yang kedua ialah "AL", maka berharakat fathah. 
Contoh: مِنَ الْأَرْضِ
2). Apabilah huruf mati yang pertama ialah huruf mim (م)-nya isim dhomir jama' (كُمْ/هُمْ/أَنْتُمْ) sedangkan huruf mati yang kedua adalah "AL", maka berharakat dhommah. 
Contoh: لَهُمُ الْبُشْرَى / لَكُمُ الْعَهْدُ / تَنْعَقِدُ بِهِمُ الْجُمُعَةُ

Demikianlah penjelasan tentang kaidah cara mengharakati 2 huruf sukun yang bertemu dalam bahasa Arab. Wallahu 'A'lam. 

Referensi: 
  • Nahwu al-Wafi jilid 1 Hal 48-49