Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Tetangga dan Etikanya Dalam Islam

NGAJISALAFY.com - Tetanggga adalah orang yang bertinggal dekat dengan kehidupan kita sehingga tetangga merupakan seorang pelengkap dalam kehidupan kita sehari hari. Dengan tetanggalah kita sering berbicara dan dengan keluarga pula kita sering bertegur sapa. Selain itu, tetangga merupakan orang yang sangat kita butuhkan karna tetanggalah orang yang biasanya pertama kali mengetahui keadaan kita. Dalam kehidupan bertetangga kita harus saling menghormati, membantu dan juga mengasihi. Hal ini sebagaimana sabdah Rasulullah s.a.w. berbunyi:“Barang siapa yang beriman terhadap hari akhir hendaklah berbuat baik kepada tetangganya”. (HR. Bukhori)
Atau riwayat lain,
Pada suatu ketika ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah s.a.w. “Ya Rasulullah siapakah yang disebut tetangga itu? dan sampai manakah batasan orang itu disebut sebagai tetangga?” kemudia Rasulullah menjawab: “Yakni orang yang letaknya empat puluh rumah (dari segala arah) dari rumah kamu adalah tetangga”.

Tetangga termasuk orang yang penting dalam kehidupan kita. Oleh karna itu, kita harus bersikap santun kepada tetangga karena apabila kita dapat bersikap sedemikian maka tetangga pun akan membalas dengan perlakuan yang kita berikan kepada mereka. Sifat santun terhadap tetangga dapat kita wujudkan dengan menyapa setiap bertemu, bagi sesama muslim mengucapkan salam, murah senyum, menuturkan kata yang menyenangkan dan menolong mereka sesuai dengan kebutuhannya.

Dalam hidup bertetangga kita tidak boleh mementingan kehidupan pribadi dan juga tidak boleh merugikan antara satu dengan yang lain seperti membuang sampah di depan rumah tetangga, membunyikan musik dengan keras, bertutur seenak nya tanpa menjaga perasaan seorang tetangga, memberi gelar yang tidak enak didengar dan lain sebagainya.

Inilah etika bertetangga dalam Islam

Berikut ini beberapa bentuk etika terhadap tetangga sebagai berikut:
1). Saling bertegur sapa ketika bertemu.
Dalam kehidupan sehari hari kita sering bertemu dengan yang namanya tetangga, oleh karena itu hendaknya bagi kita ketika bertemu dengan tetangga untuk mengucapkan kata yang indah untuk didengarkan seperti mengucapkan salam, menanyakan keadaan dan menyambutnya dengan wajah ramah.

2). Saling mengunjungi.
Sesuai yang di katakan nabi Muhammad s.a.w. bahwasanya tetangga adalah orang yang bertempat dekat dengan kita maka alangkah baik bagi kita untuk mengunjungi tetangga dengan ikatan silaturahmi dan menjaga hubungan sosial sesama.

3). Menjenguk tetangga ketika sakit.
Wajib hukumnya bagi seorang jika mendengar bahwa tetangga nya sakit untuk segera menjenguk nya dengan tujuan menghibur. Kita mendoakan akan kesembuhannya dan jika mampu hendaknya memberi sesuatu sekiranya meringankan beban tetangga.

4). Bertakziyah jika ada yang meninggal dunia.
Jika tetangga kita dalam menghadapi musibah berupa kematian, maka hendaknya kita mentakziyahinya dan turut berduka cita. Kita doakan mereka semoga tetap di berikan ketabahan dan kesabaran untuk menghadapi cobaan yang di terimanya.

5). Saling tolong menolong meringankan beban tetangga.
Keadaan seorang tetangga tidaklah mesti sama dengan keadaan kita, ada yang kaya dan ada yang miskin, ada yang sedang dan ada pula yang berlebihan, semuanya merupakan ketetapan Allah yang sulit untuk di hindari, dengan adanya perbedaan yang Allah berikan bukanlah bermaksud agar yang kaya dapat mengina yang miskin, tapi hal itu dimaksudkan sebaliknya Allah memberikan kekayaan bukan untuk menghina melain untuk menolong sesama.

6). Saling menasehati.
Manusia tidak ada yang sempurna oleh karna itu antara satu dengan yang lain saling melengkapi dan saling menyempurnakan. Jika ada seorang tetangga yang minta nasehat atau meminta petunjuk mengenai suatu permasalahn maka hendaknya kita menasehatinya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT berbunyi:“Dan hendaknya kamu memberi nasehat dalam suatu kebenaran dan kesabaran”. (Al Ashr : 3)

Demikianlah Penjelasan tentang pengertian tetangga dan etikanya dalam Islam. Wallahu’ A’lam.