Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bentuk Isim Fa'il, Isim Maf'ul Bina' Ajwaf dan Naqis

بَابُ الْمُعْتَلِّ وَ الْمُضَاعَفِ وَ الْمَهْمُوْزِ

Isim Fa'il Bina' Ajwaf

 وَفِي اسْمِ فَاعِلِ اجْوَفٍ قُلْ قَائِلاَ  #  بِـأَلِفِ زَيْـدٍ وَ هَمْزِ مَـا تَـلاَ
Terjemah:
Dan katakanlah قَائِلٌ pada isim fa'il bina' ajwaf dengan alif tambahan dan hamzahnya huruf yang mengiringinya.

Penjelasan Syarah:
Adapun bina' ajwaf itu, isim fai'lnya mengikuti wazan قَائِلٌ dengan menambahkan huruf alif diantara fa' dan 'ain fi'ilnya serta menganti 'ain fi'ilnya (wawu atau ya'nya) dengan huruf hamzah. Contoh:
  • قَائِلٌ asalnya قَاوِلٌ
  • سَائِرٌ asalnya سَايِرٌ
  • نَائِمٌ asalnya نَاوِمٌ

Isim Fa'il Bina' Naqis

فِي نَاقِصٍ قُلْ غَازٍ إِن لَّمْ يَنْتَصِبْ 
# وَلاَ بِـأَلْ وَحَـذْفِ يَائِـهِ يَـجِبْ
Terjemah:
Di bina' naqis katakanlah غَازٍ ketika tidak terbaca nashob dan tidak dengan ال dan membuang ya'nya itu wajib.

Penjelasan Syarah:
Bina' naqis itu isim fa'ilnya mengikuti wazan فَاعٍ dengan menambah alif diantara fa' fi'il dan 'ain fi'il serta dengan membuang lam fi'il jika tidak terbaca nashob, yaitu ketika terbaca rofa' atau jar dan tidak disertai ال. Contoh:
  • مَرَرْتُ بِغَازٍ وَرَامٍ asalnya غَازِيٌ، رَامِيٌ
  • هَذَا غَازٍ وَرَامٍ asalnya غَازِيٌ، رَامِيٌ 
Namun, apabila terbaca nashob maka lam fi'ilnya tidak dibuang, karena harokat fathah ringan berada di atas ya'. Contoh: رَأَيْتُ غَازِيًا وَرَامِيًا.
Dan jika disertai dengan ال maka ya'nya kembali dengan dibaca sukun. Contoh:
  • مَرَرْتُ بِالغَازِيْ وَالرَّامِيْ
  • هَذَا بِالغَازِيْ وَالرَّامِيْ
وَ كَـمَقُوْلٍ اسْمَ مَفْـعُوْل ٍ خُذَا # بِالـنَّـقْلِ كَالمَـكِيْلِ وَاكْسِرْ فَاءَ ذَا
Terjemah:
Dan ambillah isim maf'ul seperti lafadz مَقُوْلٌ dengan memindah harokat dan seperti lafadz مَكِيْلٌ maka kasrohkanlah fa' fi'ilnya.

Penjelasan Syarah:
Bina' ajwaf wawi itu isim maf'ulnya seperti lafadz مَقُوْلٌ dan bina' ajwaf ya'i itu isim maf'ulnya seperti lafadz مَكِيْلٌ dengan memindah harokat 'ain fi'ilnya pada fa' fi'ilnya, untuk meringankan dan membuang wawunya isim maf'ul untuk menghindari bertemunya dua huruf yang mati.


مَقُوْلٌ asalnya adalah مَقْوُوْلٌ mengikuti wazan مَفْعُوْلٌ dhommahnya wawu dipindah pada qaf maka menjadi مَقُوْوْلٌ lalu wawuhnya isim maf'ul dibuang maka menjadi مَقُوْلٌ.
مَكِيْلٌ asalnya adalah مَكْيُوْلٌ mengikuti wazan مَفْعُوْلٌ dhommahnya ya' dipindah pada kaf maka menjadi مَكُيْوْلٌ lalu wawuhnya isim maf'ul dibuang maka menjadi مَكُيْلٌ lalu kafnya dibaca kasroh untuk menyelamatkan ya' dari tergantinya wawu.

وَمِثْـلَيِ المَغْـزُّوِّ حَـتْمَا ً أَدْغِمَا  #  كَـذَاكَ مَخْـشِـيْ بَعْدَ قَلْبٍ قُدِّمَا
Terjemah:
Dan pada dua huruf yang sama dari lafadz مَغْزُوٌّ idghomkanlah dengan wajib, begitu pula pada lafadz مَخْشِيٌّ setelah terlebih dahulu menganti wawu dengan ya'.

Penjelasan Syarah:
Adapun isim maf'ul dari bina' naqis wawi itu wawunya yang terdapat pada isim maf'ul harus diidghomkan pada wawu lam fi'ilnya. Contoh: مَغْزُوٌّ asalnya مَغْزُوْوٌ.

Dan isim maf'ul dari bina' naqis ya'i itu wawuhnya yang terdapat pada isim maf'ul harus diganti dengan ya' lalu diidghomkan pada ya' lam fi'il dan dhommahnya 'ain fi'il harus diganti dengan kasrah untuk menyelamatkan ya' dari kembali berganti wawu. Contoh: مَخْشِيٌّ asalnya مَخْشُوْيٌ.

Bentuk Fi'il Amar Bina' Ajwaf

وَ أَمْـرُ غَائِبٍ أَتَى مِنْ أَجْوَفِ  #  كَـلِـيَقُلْ وَ أَصْـلُـهُ غَيْرُ خَـفِيْ    
Terjemah:
Fi'il 'amar ghoib yang datang dari bina' ajwaf itu seperti lafadz لِيَقُلْ dan asalnya tidak samar.


Penjelasan Syarah:
Fi'il 'amar dari bina' ajwaf untuk mufrad gha'ibnya, baik mudzakkar maupun mu'annas itu harokatnya wawu atau ya' harus dipindah ke huruf shoheh sebelumnya yang mati, kemudia wawu atau ya' tersebut harus dibuang karena untuk menghindari berkumpulnya dua huruf yang mati. Begitu juga untuk jama' mu'annas ghoibahnya. Contoh:
  • لِيَقُلْ asalnya لِيَقْوُلْ
  • لِيَبِعْ asalnya لِيَبْيِعْ
  • لِيَبِعْنَ asalnya لِيَبْيِعْنَ
مُـخَاطَبٌ مِنْهُ كَقُلْ بِالـنَّقْلِ # وَحَـذْفِ هَـمْزِهِ وَ عَيْنِ الأَصْـلِ
Terjemah:
Adapun 'amar mukhotobnya itu seperti lafadz قُلْ dengan memindah harokat dan membuang hamzah serta 'ain fi'il huruf asalnya.

Penjelasan Syarah:
Fi'il 'amar dari bina' ajwaf untuk mufrod mudzakkar mukhotobnya itu harakatnya wawu atau ya' itu harus dipindah ke huruf shohih sebelumnya yang mati, kemudian membuang hamzah washol karena tidak dibutuhkan lagi, kemudian wawu atau ya' yang menjadi 'ain fi'il juga harus dibuang untuk menghindari berkumpulnya dua huruf yang mati. Begitu juga pada jama' mu'annas muhkotobahnya. Contoh:
  • قُلْ asalnya اُقْوُلْ
  • قُلْنَ asalnya اُقْوُلْنَ
  • بِعْ asalnya اِيْبِعْ
  • بِعْنَ asalnya اِبْيِعْنَ
وَثَـنِّـهِ عَلَى كَقُوْلاَ وَ التَـزِمْ # مِن نَّـاقِصٍ فِي ذَيْـنِ حَذْفـًا لِلمُتِمْ
Terjemah:
Dan tasniyahkan pada 'amar mukhotob seperti lafadz قُوْلاَ dan wajibkanlah membuang huruf yang menyempurnakan dari bina' naqis di 'amar gho'ib dan mukhotob.

Penjelasan Syarah:
Wawu atau ya' yang dibuang dari bina' ajwaf untuk 'amar mufrad gho'ib dan mufrod mudzakkar mukhotob itu harus dikembalikan bila untuk tasniyah, baik gho'ib maupun mukhotob, mudzakkar maupun mu'annas. Begitu juga untuk jama' mudzakkar dan mufrod mu'annas mukhotobah. Contoh:
  • لِيَقُوْلاَ، لِيَقُوْلُوْا، لِتَقُوْلاَ، قُوْلاَ، قُوْلىِ
  • لِيَبِيْعَا، لِيَبِيْعُوْا، لِتَبِيْعَا، بِيْعَا، بِيْعُوْا، بِيْعِى
Fi'il 'amar dari bina' naqis untuk mufrod mudzakkar gho'ib dan mukhotob serta mufrod mu'annas gho'ibah itu lam fi'ilnya (wawu, alif dan ya') harus dibuang. Contoh:
  • لِيَغْزُ، لِتَغْزُ، أُغْزُ
  • لِيَرْضَ، لِتَرْضَ، اِرْضَ
  • لِيَرْمِ، لِتَرْمِ، اِرْمِ
وَحَذْفُ فَـا المُعْتَّلِ فِيْ مُسْتَقْبَلِ # وَامْـرٍ وَنَـهْيٍ مَـتَى تُـعْلَمْ جَـلِي
بِبَابِ مَـا كَوَهَبَ اوْ كَوَعَدَا # وَرِثَ زِدْ و َقَــلَّ مَـا قَـدْ وَرَدَا
Terjemah:
Membuang fa' fi'ilnya bina' mu'tal (mitsal wawi) pada fi'il mudhore', 'amar dan nahi ketika mabni ma'lum (fa'il) itu jelas di babnya fi'il yang seperti lafadz وَهَبَ atau وَعَدَ atau وَرِثَ dan sedikit (hukumnya) yang datang selainnya.

Penjelasan Syarah:
Bina' mitsal wawi itu, fa' fi'ilnya (wawunya) harus dibuang jika berada pada fi'il mudhore', 'amar dan nahi yang mabni fa'il di tiga bab:
  1. فَعَلَ - يَفْعِلُ contoh: وَعَدَ  يَعِدُ  وَلِيَعِدْ  وَعِدْ  ولاَيَعِدْ  وَلاَتَعِدْ
  2. فَعَلَ - يَفْعَلُ contoh: وَهَبَ  يَهَبُ  وَلِيَهَبْ  وَهَبْ وَلاَيَهَبْ  وَلاَتَهَبْ
  3. فَعِلَ - يَفْعِلُ contoh: وَرِثَ  يَرِثُ  وَلِيَرِثْ  وَرِثْ  وَلاَيَرِثْ وَلاَتَرَثْ
Dan dihukumi sedikit terbuangnya wawu di dua lafadz dari fi'il yang mengikuti wazan فَعِلَ - يَفْعَلُ yaitu seperti lafadz وَطِئَ - يَطَئُ dan وَسِعَ - يَسَعُ.

 ثُمَّ اللَّـفِيْفُ لاَ بِقَيدٍ قَدْ حُكِمْ # لِـلاَمِـهِ بِـمَا لِـنَاقِــصٍ عُلِـمْ
Terjemah:
Kemudian bina' lafif tanpa qoyyid itu, lam fi'ilnya dihukumi dengan hukum yang diketahui bagi bina' naqis.

Penjelasan Syarah:
Bina' lafif mafuq dan lafif maqrun itu, lam fi'ilnya dihukumi seperti lam fi'ilnya bina' naqis mengenai di i'lal dan tidaknya.
  • Yang di i'lal seperti: لَمْ يَقِ، قِ، وَقَوْا، لمْ يَطْوِ، اطْوِ، طَوَوْا sama dengan لَمْ يَرْمِ، ارْمِ، رَمَوْا
  • Yang tidak di i'lal seperti: رَوِيَ sama dengan رَضِيَ dan طَوَيَا، وَقَيَا sama dengan رَمَيَ.
وَكَالصَّحِيْحِ احْكُمْ لِعَيْنِ مَاقُرِنْ #  وَفَاءِ مَـفْـرُوْقٍ كَـمُـعْـتَّلٍ زُكِنْ
Terjemah:
Dan seperti bina' shohih hukumilah 'ain fi'ilnya bina' lafif maqrun, dan fa' fi'ilnya bina' lafif mafruq itu diketahui seperti bina' mu'tal (mitsal wawi).

Penjelasan Syarah:
Bina' lafif maqrun itu, hukum 'ain fi'ilnya sama seperti 'ain fi'ilnya bina' shohih, yaitu tidak di i'lal dan tidak berubah dari aslinya, karena bila di i'lal menurut qaidah yang berlaku maka akan terjadi dua i'lal di dua huruf secara berturut-turut dan hal yang demikian itu tidak diperbolehkan.

Bina' lafif mafruq itu hukum fa' fi'ilnya sama seperti fa' fi'ilnya bina' mitsal mengenai di i'lal dan tidaknya.
  • Contoh yang di i'lal: وَقَى، يَقِيْ، قِ، لاَتَقِ sama dengan وَعَدَ، يَعِدُ، عِدْ، لاَتَعِدْ.
  • Contoh yang tidak di i'la: وَحِيَ يَوْجَى sama dengan وَجِلَ يَوْجَلُ.
 وَأَمْـرُ ذَا لِلْفَرْدِ قِهْ وَقِي قِـيَا  #  لاِثْـنَـينِ قُـوْا وَ قِـيْنَ لِلْجَمْعِ ائْتِيَا
Terjemah:
Fi'il 'amarnya bina' lafif mafruq ini, untuk mufradnya yaitu seperti lafadz قِهْ dan قِى sedangkan untuk tasniyahnya adalah lafadz قِيَا dan datangkanlah untuk jama'nya seperti lafadz قُوْا dan قِيْنَ.

Penjelasan Syarah:
Adapun tashrifannya bina' lafif mafruq untuk 'amar hadir ialah sebagai berikut:
  • قِهْ ➠ untuk laki-laki satu
  • قِيَا ➠ untuk
  • قُوْا ➠ untuk laki-laki banyak
  • قِي ➠ untuk perempuan satu
  • قِيَا ➠ untuk perempuan dua
  • قِيْنَ ➠ untuk perempuan banyak
 وَمَا كَـمَـدٍّ مَصْدَرًا أَوْ مَـدَّ مِنْ # مُـضَـاعَفٍ فَـهْـوَ بِإِدْغَامٍ قَمِنْ
Terjemah:
Lafadz yang menyamai مَدٌّ berupa masdar atau مَدَّ dari bina' mudho'af itu pantas di idghomkan.


Penjelasan Syarah:
Bina' mudho'af apabila 'ain fi'ilnya sukun (mati) dan lam fi'ilnya berharakat atau kedua-duanya berharakat maka wajib di idghomkan. Contoh:
  • مَدًّا asalnya مَدْدًا ikut wazan فَعْلاً
  • مَدَّ asalnya مَدَدَ ikut wazan فَعَلَ.
أَوْ كَمَـدَدْنَ أَوْ مَـدَدْنَا فَاظْـهِـرِ # وَفِي كَلَمْ يَمُـدَّ جَوِّزْ كَــافْرِرِ 
Terjemah:
Atau menyamai lafadz مَدَدْنَ atau مَدَدْنَا maka bacalah idzhar. Dan disesamanya lafadz لَمْ يَمُدَّ perbolehkanlah, seperti lafadz اِفْرِرْ.

Penjelasan Syarah:
Bina' mudho'af apabila 'ain fi'ilnya berharokat dan lam fi'ilnya sukun maka hukumnya ialah sebagai berikut:
  • Wajib dibaca idzhar dan tidak boleh di idhgomkan apabila lam fi'ilnya itu sukun (mati) asli, bukan karena di i'rabi jazam. Contoh: مَدَدْنَ، مَدَدْتَ، مَدَدْتُمَا، مَدَدْتُمْ، مَدَدْتِ، مَدَدْتُنَّ، مَدَدْتُ، مَدَدْنَ
  • Boleh di idghomkan dan boleh dibaca idzhar (tidak di idghomkan) apabila lam fi'ilnya itu sukun (mati) karena di i'rabi jazem. Contoh: لَمْ يَمُدَّ، لاَتَمُدَّ، مُدَّ dan boleh لَمْ يَمْدُدْ، لاَتَمْدُدْ، اُمْدُدْ
 مَهْـمُوْزٌ ابْدِلْ هَمْزَهُ مَتَى سَـكَنْ  #  بِمُقْـتَـضَى حَرَكَـةٍ أَوِ اتْـرُكَنْ
كَيَاكُلُ ايِذَنْ يُومِـنُوا و اتْرُكْ مَتَى  #  حَـرَّكْـتَهُ وَ سَابِقٌ كَذَا أَتَــى
نَحْـوُ قَرَا وَ إِن يُّـحَرَّكْ هُوْ فَقَطْ  #  كَاسْأَلْ كَذَا وَسَلْ أَجِزْ كَمَا انْضَبَطْ
Terjemah:
Gantilah hamzahnya bina' mahmuz ketika mati dengan tuntutan harakatnya huruf sebelumnya atau tinggalkanlah. Seperti: يَاْكُلُ، ايْذَنْ، يُوْمِنُوْا
Dan tinggalkanlah ketika kamu mengharakatinya dan huruf yang mendahului juga demikian, seperti قَرَأَ.
Dan apabila yang diharakati hamzah saja, seperti: اسْأَلْ dan سَلْ maka perbolehkanlah, sebagaimana yang telah ditetapkan.

Penjelasan Syarah:
Hamzahnya bina' mahmuz itu memiliki beberapa hukum ialah sebagai berikut:
  1. Apabila mati dan huruf sebelumnya berharakat maka hamzah itu boleh diganti dengan huruf mad yang sesuai dengan harakatnya huruf sebelumnya dan boleh ditetapkan (tidak diganti). Baik di kalimat fi'il seperti يَاكُلُ، اِيْذَنْ، يُوْمِنُوْا boleh يَأْكُلُ، اِئْذَنْ، يُؤْمِنُوْا atau dikalimat isim seperti رَاسٍ، بِيرٍ، لُوْمٍ boleh رَأْسٍ، بِئْرٍ، لُؤْمٍ.
  2. Apabila berharokat dan huruf sebelumnya juga berharokat maka hamzahnya tidak boleh dirubah dan harus ditetapkan. Contoh: قَرَأَ، بَئِسَ.
  3. Apabila berharokat dan huruf sebelumnya mati maka hamzahnya itu boleh ditetapkan dan boleh dibuang dengan memindah harokatnya ke huruf sebelumnya. Contoh: اِسْأَلْ boleh سَلْ. 
 وَحَذْفُ هَمْزِ خُذْ وَ مُرْ كُل لاَّ تَقِسْ # وَ كَالصَّحِيْحِ غَيْرَهُ صَـرِّفْ وَ قِسْ
Terjemah:
Membuang hamzahnya fi’il bina’ mahmuz yang berada pada fi’il 'amar seperti lafadh خُذْ، مُرْ dan كُلْ itu dihukumi syadz (tidak sesuai dengan qoidah yang berlaku), Dan selain bina' shohih tashriflah dan samakanlah srprti bina' shohih.

Penjelasan Syarah:
Pembuangan hamzah dari lafadz خُذْ, مُرْ dan كُلْ itu dihukumi syadz (tidak mengikuti qaidah yang berlaku) dan lafadz yang lain itu tidak boleh disamakan dengannya. Karena asalnya adalah اُأْخُذْ، أُؤْمُرْ، أُؤْكُلْ yang ikut wazan اُفْعُلْ dan menurut qaidah bahwa hamzah yang kedua itu boleh diganti dengan wawu, karena ia mati dan huruf sebelumnya berharokat dhommah serta ia boleh ditetapkan.

Fi'il yang bina'nya bukan shohih, seperti bina' mudhoaf, ajwaf, lafif dan lain lain sebagainya maka tashrifnya sama dengan tashrifnya fi'il yang berbina' shohih.
Yakni ditasrif ke fi'il madhi, mudhore', 'amar, nahi, isim fa'il, isim maf'ul, mabni fa'il, mabni maf'ul, mudzakkar atau mu'annas, mufrad, tasniyah atau jamaknya, tsulasi mujarrad atau mazidnya dan lain lain sebagainya. Contoh: وَجِلَ يَوْجَلُ itu sama dengan عَلِمِ يَعْلَمُ.

Apabila di dalam tashrifnya fi'il yang bina'nya buka shohih ada kaidah yang menghendaki agar hurufnya di i'lal maka ia harus di i'lal. Tetapi terkadang tida di i'lal kerena ada sesuatu yang mencegah. Contoh:
اِسْتَوَى، اِعْتَوَرَ، عَوِرَ، اِجْتَوَرَ، سَوِدَ، اِسْتِحْوَذَ dan lain lain sebagainya.

قَد تَّـمَّ مَا رُمْـنَا مِنَ المقْصُـوْدِ # فَاعْـذِرْ حَدِيْثَ السِّـنِّ يَاذَا الجُوْدِ
Terjemah:
Kami telah sempurna dalam menyusun nadhom maqshud ini, maka ampunilah orang yang masih muda ini wahai Dzat yang Maha Pemurah.

وَ أَحْمَدُ الله َ مُــصَلِّـيـًا عَلَى # مُـحَـمَّدٍ وَآلِــهِ وَمَنْ تَــلاَ
Terjemah:
Dan kami memuji kepada Allah seraya membaca sholawat kepada nabi Muhammad dan keluarganya serta orang yang membaca nadzom ini.