Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hukum Membaca Al-Qur'an Dengan Selain Qira'ah Sab'ah

Permasalahan Seputar Qira'ah Sab'ah
Pertanyaan:
Bolehkan membaca al-Qur'an dengan bacaan yang selain diriwayatkan oleh imam tujuh (qira'ah sab'ah)?

Jawaban:
Tidak boleh membaca al-Qur'an dengan selain qira'ah sab'ah dan dengan bacaan-bacaan syadz. Dan para ulama' sepakat bahwa orang yang membacakan (mengerjakan) atau membaca dengan bacaan yang syadz maka harus disuruh bertaubat.


Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam kitab Al-Tibyan Fi Adabil Qur'an yang berbunyi:
وَتَجُوْزُ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ بِالْقِرَاءَاتِ السَّبْعِ الْمُجْمَعِ عَلَيْهَا وَلَا يَجُوْزُ بِغَيْرِ السَّبْعِ وَلاَ بِالرِّوَايَاتِ الشَّاذَةِ الْمَنْقُوْلَةِ عَنِ الْقُرَّاءِ السَّبْعَةِ وَسَيَأْتِي فِي الْبَابِ السَّابِعِ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالىَ اِتَّفَاقُ الْفُقَهَاءِ عَلىَ اِسْتِتَابَةِ مَنْ أَقْرَأَ بِالشَّوَاذِ أَوْ قَرَأَ بِهَا

Artinya: "Boleh membaca al-Qur'an dengan qiraah sab'ah yang telah disepakat adanya. Untuk selain qira'ah sab'ah tidaklah diperbolehkan, juga tidak diperbolehkan membacanya dengan riwayat yang keluar dari kaidah bacaan (syadz) para ahli bacaan yang ada tujuh jumlahnya. Dan nanti insya Allah di bab tujuh akan disebutkan kesepakatan pakar fikih atas anjuran menyuruh taubat kepada orang-orang yang membacakan dengan bacaan syadz atau dengan bacaan syadaz"


Demikianlah penjelasan tentang hukum membaca al-Qur'an dengan selain qira'ah sab'ah. Wallahu a'lam.