Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membangun Ekonomi Masyarakat Melalui Pernikahan

NGAJISALAFY.com | Mungkin sebagian besar masyarakat tidak akan setuju dengan pandangan kami tentang judul yang sama sampaikan ini. Bagaimanapun harus diakui, bahwa moment pernikahan bisa merubah nasib seseorang, tak terkecuali masalah ekonominya. Oleh karna itu, menjadi menantu orang kaya merupakan keinginan sebagian orang.
Inilah faham kapitalis dan sekunder dalam pernikahan
Fenomena yang terjadi di masyarakat, keluarga yang kaya kebanyakan juga akan berbesan dengan keluarga kaya. Mungkin alasan mereka, agar kekayaan mereka semakin melimpah dengan adanya hubungan pernikahan, yang akan berdampak pada hubungan bisnisnya. Di lain pihak, keluarga miskin tak berani berbesan dengan keluarga kaya, sebab khawatir akan mendapat penghinaan dari keluarga besannya itu. Harus dimaklumi, memang banyak orang kaya yang “merasa kaya” sehinga merasa “tidak level” bersanding dengan kaum miskin, sehingga terkesaan merendahkan kaum miskin. Keluarga miskin merasa lebih nyaman jika berbesan dengan keluarga yang sama-sama miskin, sebab perasaan saling menghargai masih bisa terjalin.


Jika teradisi diatas masih berjalan, maka sekat pemisah antar kaum kaya dan kaum miskin akan semakin jauh. Yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin tetap tidak bisa berkembang. Inilah faham kapitalis dan sekunder, yang melihat kehidupan dunia hanya dari suatu yang tampak saja, hanya yang bersifat materi, sehingga gaya hidup masyarakat akan cendrung hedonis (foya-foya). Padahal, manusia diberi fasilitas fisik, baik berupa tubuh, pakaian, tempat tinggal, bahkan semua yang ada dimuka bumi ini, hanya untuk membantu meraih ruhani yang semakin dekat dengan tuhanya. Bukan sebaliknya, ruhani manusia hanya sebagai budak materi.

Dikisahkan, dahulu saat tampuk kepemimpinan para Habaib di Yaman berpindah pada kaln Al-Muhdor, maka ada 3 peraturan yang diberlakukan. Pertama, lelaki miskin menikah dengan wanita kaya, dan lelaki kaya menikah dngan wanita miskin. Kedua, meringankan mahar nikah. Ketiga, mengistirahatkan hewan pekerja. Sungguh bijak langkah yang ditempuh para tokoh masyarakat saat itu.

Maka persilangan pernikahan antar kaum kaya dan miskin harus digalakan, agar ekonomi masyarakat tidak timpang, namun bisa merata bahkan diharapkan semakin berkembang dengan melalui pintu pernikahan ini. Dan tentunya, yang menjadi garda terdepan untuk mengerakan dan mengkampanyekan urusan ini adalah para tokoh masyarakat.

Demikianlah uraian tentang membagun ekonomi masyarakat melalui pernikahan. Wallahu a'lam.