Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wanita Wajib Tahu! Inilah Kriteria Calon Suami dan Nasihat Penting

NGAJISAlAFY.com | Kriteria calon suami (مُرَشَّح الزَّوْجِ) tidak jauh berbeda dengan calon istri (مُرَشَّح الزَّوْجَةِ), sehingga dianjurkan mencari calon suami yang kuat agamanya (sholeh), baik ahlaknya rupawan (tampan), dari keluarga baik, berpotensi banyak anak, masih belum berkeluarga dan lain lain sebagainya.
kriterian calon suami dan nasihat penting

Seorang lelaki berpotensi memiliki banyak anak manakala ia tidak mandul, sehat dan masih muda. Seorang pemuda yang baik tentunya mempunyai rasa tangung jawab dalam mencari nafkah, yakni sudah mempunyai mental berani bekerja demi menafkahi anak istrinya.


Namun, perlu menjadi catatann disini, bahwa tidak harus calon suami sudah mapan dan kaya. Yang terpenting memiliki rasa tangung jawab untuk menjadi tulang punggung keluarga. Jika seorang wanita mencari calon suami yang kaya raya hanya demi hartanya saja, maka siap-siap dia akan dicampakan suaminya tatkala sang suami sudah bosan, lantas si suaminya mencari penggantinya lagi yang lebih muda dan cantik.

Jika seorang wanita dipinang oleh lelaki yang baik agamanya dan punya tanggung jawab, lalu ia menolaknya, maka besiap-siaplah ia mengalami penyesalan yang mendalam. Dikisahkan ada seorang yang mengirim surat kepada imam Abu Ja'far, meminta nasehat terkait seorang lelaki yang ingin melamar putrinya, lalu beliaupun membalas suratnya dengan:

مَنْ خَطَبَ إِلَيْكُمْ فَرَضِيْتُمْ دِيْنَهُ وَأَمَانَتَهُ كَائِنًا مَنْ كَانَ فَزَوِّجُوْهُ! إِلاَّ تَفْعَلُوْهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْاَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيْرٌ 

Artinya: "Siapa yang melamar putri kalian, lalu kalian rela akan agama dan tanggung jawabnya, siapapun ia, maka nikahkanlah ia (dengan putri kalian)! jika tidak kalian lakukan, maka akan ada musibah dan kerusakan besar di muka bumi."

Mestinya hal ini juga menjadi perhatian para orang tua yang memiliki anak perempuan. Jangan hanya mencari menantu asal kaya saja. Justru kesholehan dan tanggung jawab menantu yang harus dikedepankan.


Lalu, mengapa dalam banyak hadist tentang mencari jodoh, kebanyakan yang dibahas ialah kriteria calon istri, sedangkan kriteria calon suami jarang dibahas? hal demikian bukanlah bentuk dekskriminasi terhadap kaum wanita, namun justru besarnya pengertian Rasulullah s.a.w. terhadap kaum wanita. Orang yang sangat perhatian pasti akan lebih memberi banyak nasehat terhadap orang yang diperhatikannya.

Perlu diketahui, bahwa kaum wanita punya peran besar dalam mencetak anak sebagai generasi yang lebih baik. Kaum wanita ibarat sawah bagi benih tanaman. Sebaik apapun benih tanaman, jika sawah tempat bercocok tanam tidak bagus, bahkan tandus, maka jangan harap akan mendapatkan panen yang melimpah. Sebaliknya, jika sawah benar-benat subur dan kaya akan nutrisi untuk tanaman, maka benih yang kurang baik pun diharapkan membuahkan panen yang baik.

Kaum istri juga diibaratkan gelas minuman, yang mana jika gelasnya kotor maka sejernih apapun minuman yang di tuangkan, maka akan ikut menjadi kotor. Sebaliknya, jika gelasnya bersih, maka minuman yang kotor pun akan berangsur-angsur jernih sebab kotoranya mengendap ke dasar gelas.

Kaum wanita juga diibaratkan alat cetak, yang jika alat cetaknya rusak, maka sebaik apapun bahan yang akan di cetak akan keluar dengan bentuk tidak beraturan. Sebaliknya, jika alat cetaknya bagus, maka bahan yang biasa pun dapat dicetak menjadi bentuk yang indah.


Kaum wanita memiliki peran besar dalam merubah generasi suatu bangsa, karna mereka yang sepanjang hari bersama anak-anaknya, sehingga baik-buruknya perkembangan pribadi seorang anak sangat di tentukan oleh didikan ibunya. Maka, tidaklah berlebihan jika ada bijak bestari yang berkata:
اَلنِّسَاءُ عِمَادُ الْبِلاَدِ إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الْبِلاَدُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْبِلاَدُ
ِArtinya: "Kaum wanita ialah tiang negara. Jika mereka baik, maka negara pun akan baik. Dan jika mereka rusak, maka negara pun akan rusak."

Maka diharapkan para kaum wanita dapat menghiasi dirinya dengan ilmu dan akhlak yang mulia, sehingga dapat menjadi wanita yang sholehah. Allah SWT sudah menjanjikan bahwa lelaki yang sholeh akan di berikan kepada wanita yang sholehah, begitu pula sebaliknya. Dengan adanya suami yang sholeh dan istri yang sholehah, insya Allah akan dapat tercetak putra-putri yang juga sholeh dan sholehah. Allah Swt berfirman:

اَلْخَبِيْثٰتُ لِلْخَبِيْثِيْنَ وَالْخَبِيْثُوْنَ لِلْخَبِيْثٰتِۚ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبٰتِۚ اُولٰۤىِٕكَ مُبَرَّءُوْنَ مِمَّا يَقُوْلُوْنَۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ
Artinya: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula) dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)." (QS. An-Nur : 26)

Maka bagi kalian, wahai kaum laki-laki jadiakanlah diri kalian sholeh, maka niscaya Allah SWT akan menjadikan istri-istri kalian sholehah!. Dan bagi kalian wahai kaum wanita, jadikanlah diri kalian sholehah, maka niscaya Allah akan menjadikan suami-suami kalian sholeh!.

Demikianlah uraian tentang kriterian calon suami dan nasihat penting. Wallahu a'lam.