Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 Istilah Hukum Islam Dalam Ilmu Fiqih

NGAJISALAFY.com | Sebelum kita memahami kajian kajian fiqih dan masalah-masalahnya, alangkah baiknya kita mengenal beberapa istilah istilah hukum yang terdapat dalam fiqih, yang mana istilah ini sering kita temui ketika membicarakan hukum-hukum fiqih. Apa saja istilahnya? Yuk! kita simak penjelasannya dibawah ini:
Istilah Istilah Hukum-Hukum Islam

Inilah 9 Istilah Hukum Islam Dalam Ilmu Fiqih

  1. Fardhu (الفرض) adalah sesuatu yang dituntut tegas oleh syari'at supaya dilaksanakan. Yang mana apabila dilaksanakan maka mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan maka akan mendapatkan dosa.
  2. Wajib (الواجب) dalam mazhab As-Syafi’i, wajib sama persis dengan fardhu, tidak ada perbedaan sama sekali diantara keduanya, selain dalam masalah haji. Dalam masalah haji, wajib ialah amalan yang tidak menentukan sahnya haji. Dengan kata lain, bila amalan itu ditinggalkan maka tidak berarti hajinya itu batal atau tidak sah. Contohnya, melempar jumrah, ihrom dari miqat dan wajib-wajib lainya. Jadi, seseorang yang beribadah haji bila tidak melakukan wajib-wajib tersebut, maka hajinya tetap diangap sah, sekalipun tidak sempurna. Dan sebab ia meninggalkan kewajiban tersebut, maka ia wajib membayar denda (fidyah), yaitu menyembelih kambing. Sedangkan fardhu dalam ibadah haji ialah amalan yang menentukan sahnya haji. Dengan kata lain, apabila amalan itu ditinggalkan, maka hajinya batal atau tidak sah. Contohnya ialah wuquf di Arafah, thawaf ifadlah dan fardhu-fardhu lainnya. Jadi, apabila orang tidak menunaikan fardhu-fardhu tersebut, maka hajinya batal atau tidak sah.
  3. Fardhu 'Ain (فرض عين) adalah fardhu yang dituntut tegas oleh syari'at untuk dilaksanakan oleh setiap orang mukallaf, seperti shalat, puasa, dan haji bagi orang yang mampu. Ibadah-ibadah ini wajib dilaksanakan oleh setiap orang mukallaf, orang-perorang, dan tidak cukup dilaksanakan oleh sebagian orang-orang mukallaf.
  4. Fardhu Kifayah (فرض كفاية) adalah fardhu yang diberikan terhadap masyarakat Islam, bukan untuk per-oranggan dari mereka tersebut. Maksudnya, apabila telah dilaksanakan oleh sebagian mereka, maka itu sudah cukup, sedangkan yang lainya tidak mendapatkan dosa. Adapun bila tidak ada seorangpun yang melaksanakanya, maka mereka seluruhnya berdosa dan durhaka. Contohnya menyelenggarakan dan mensholati mayyit. Apabila ada seseorang kaum muslim meninggal dunia, maka mereka wajib memandikanya, mengkafaninya, mensholatinya, kemudian mengguburkanya. Apabila perkerjaan ini telah dilaksanakan oleh sebagian orang muslim, maka sudah terlaksanalah perintah Allah. Akan tetapi, Apabila tidak ada seseorang pun yang melakukannya, maka mereka seluruhnya berdosa, karna tidak menunaikan fardu kifayahnya.
  5. Mandub (المندوبadalah sesuatu yang dituntut syara' untuk dilakukannya, tetapi dengan tuntutan yang tidak tegas, yang mana akan meroleh pahala jika ia melakukanya, tetapi tidak mendapatkan dosa jika ia meningalkanya. Contohnya sholat dhuha, sholat tahajjud, puasa enam hari pada bulan syawal dan lain-lain. Ibadah-ibadah ini, apabila tidak kita lakukan maka kita tidak mendapat hukuman atas meningalkanya. Mandub juga disebut pula sunnah, mustahab, tathawwu' dan nafilah.
  6. Mubah (المباح) adalah sesuatu yang dikerjakan ataupun tidak sama saja, karna syara' tidak menyuruh kita meninggalkanya dan tidak pula menyuruh melakukanya, bahkan memberi kebebasan kepada kita untuk meningalkanya atau mengerjakanya. Dan sebab itu, apabila perkara mubah dilakukan ataupun ditinggalkan, maka tidak menyebabkan diperolehnya pahala maupun dosa.
  7. Haram (الحرام) adalah sesuatu yang secara tegas syara' menyuruh kita untuk meningalkanya. Dengan demikian, apabila ditinggalkan maka akan mendapatkan pahala, sedangkan bila dilakukan akan mendapatkan dosa. Haram disebut pula mahzhur, ma'shiat dan dosa.
  8. Makruh Tahrim (المكروه التحريمadalah secara tegas syara' menyuruh kita untuk meningalkanya, akan tetapi tuntutan itu tidak setegas haram. Dengan demikian, apabila makruh jenis ini ditingalkan, karna mematuhi perintah Allah maka akan memperoleh pahala, sedangkan bila dilakukan maka diancam hukuman, sekalipun tidak seberat hukuman atas melakukan perkara haram. Contohnya, melakukan shalat mutlak dikala terbitnya matahari atau dikala terbenamnya. Sholat seperti ini adalah makruh tahrim.
  9. Makruh Tanzih (المكروه التنزيه) adalah makruh yang secara tidak tegas syara' menuntut supaya ditinggalkan, yang mana bila kita tinggalkan dikarnakan mematuhi perintah Allah, maka kita mendapatkan pahala, sedangkan bila kita lakukan maka kita tidak diancam hukuman.
Itulah 9 istilah hukum Islam dalam ilmu fiqih. Dengan kita mengetahui istilah hukum-hukum Islam insya Allah kita akan semakin mudah dalam memahami ajaran Islam. Wallahu a'lam