Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah 10 Macam Makna huruf Jar Fii

NGAJISALAFY.com | Masih dalam ruang lingkup makna-makna huruf dalam bahasa Arab, oleh karena itu pada kesempatan ini kami bahas tentang makna-makna huruf jar fii (فِي). Dalam nadhom Qawaidul I’rab disebutkan bahwa huruf jar fii (فِي) memiliki 10 makna ialah sebagai berikut:
Makna Huruf Jar Fii
1). Dhorfiyyah (ظَرْفِيَّةُ)
Yaitu menempatkan satu perkara di dalam perkara lain, kemudian apabila yang dijarkan berupa isim zaman maka ia dinamakan dzorof zaman. Adapun huruf jar yang berfaidah ini maka ia bermakna di/di dalam/pada. Contoh:
صَلَّيْتُ فِي آَخِرِ الَّيْلِ  (Saya sholat di akhir malam)

Dan jika yang dijarkan berupa isim makan maka ia dinamakan dzorof makan. Contoh:
صَلَّيْتُ فِي الْمَسْجِدِ  (Saya sholat di dalam masjid)

Keterangan:
Dhorfiyyah dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yakni:
1). Dzorof Haqiqi.
Yaitu apabila dzorfiyyah bisa mewadahi (ihtiwa’) dan madhrufnya membutuhkan tempat (tahayyuz) dan hal ini pada suatu perkara yang berupa jisim. Contoh: 
صَلَّيْتُ فِي آَخِرِ الَّيْلِ (Saya sholat di akhir malam)
2). Dzorof Majazi.
Yaitu apabila ihtiwa’ dan tahayyuznya dari dzorof dan madhrufnya atau salah satunya tidak terpenuhi, makna ini bertempat pada tiga tempat yakni:
  • Dzorof dan madhrufnya berupa makna (bukan berupa jisim). Contoh:  وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ  (Dan bagi kamu semua, di dalam qishosh ada kehidupan)
  • Dzorof berupa makna dan madhrufnya berupa jisim atau makna. Contoh:  أَصْحَابُ الْجَنَّةِ فِي رَحْمَةِ اللهِ (Penduduk surga di dalam rahmat Allah)
  • Dzorof berupa dzat dan madhrufnya berupa isim atau makna. Contoh: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ (Sungguh telah ada bagi kamu di dalam diri Rasulullah SAW suri tauladan yang baik).
2). Intiha’ (اِنْتِهَاءٌ)
Yaitu bermakna seperti huruf jer إِليَ (sampai/ke).
Contoh:
فَرُدُّوْا أَيْدِيَهُمْ فِي أَفْوَاهِهِمْ 
"Lalu karena menutupkan tangan mereka ke mulut mereka."

3). Tab’idhiyyah (تَبْعِيْضِيَّةِ
Yaitu bermakna seperti maknanya huruf jer مِنْ (sebagian atau termasuk dari).
Contoh:
فِي تِسْعِ آَيَاتٍ 
 "Kedua mukjizat ini termasuk dari sembilan buah mukjizat."

4). Mushohabah (مُصَاحَبَةٌ
Yaitu bermakna seperti maknanya huruf jer مَعَ (bersamaan dengan).
Contoh:
أُدْخُلُوْا فِي أُمَمٍ 
"Masuklah kamu sekalian bersama umat-umat."

5). Sababiyyah (سَبَبِيَّةٌ
Yaitu bermakna seperti huruf jar ba’ (sebab). 
Contoh:
 دَخَلَتْ إِمْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ   
"Seorang perempuan masuk neraka sebab kucing (ia mengurungnya)."

6). Isti'la’ (اِسْتِعْلاَءُ)  
Yaitu bermakna seperti maknanya huruf jer عَليَ (di atas).
Contoh:
 وَلِأُ صَلِّبَنَّكُمْ فِيْ جُذُوْعِ النَّخْلِ أي عَلَيْهِ   
"Dan aku benar-benar akan menyalib kamu sekalian di atas pangkal pohon kurma."

Dalam kitab Mughnil Labib disebutkan bahwa keseluruhan makna dari huruf jar في ada sepuluh makna, maka selain makna-makna diatas masih ada beberapa makna lagi yaitu:

7). Bermakna Muqoyasah
Yakni huruf jer في yang masuk diantara lafadz yang diungguli yang disebutkan dahulu dan lafadz yang diunggulkan yang disebutkan setelahnya.
Contoh:
فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْأَخِرَةِ إِلاَّ قَلِيْلٌ  
"Tiada kesenangan hidup di dunia disamakan dengan akhirat kecuali sesuatu yang sedikit".

8). Bermakna Seperti Huruf Ba’
Contoh:
 وَيَرْكَبُ يَوْمَ الرَّوْعِ مِنَّا فَوَارِسٌ يَصِيْرُوْنَ فِي طَعْنِ الْأَبَاهِرِ وَالْكُلاَ  
"Pada hari yang menakutkan para pembalap mengendarai kudanya dan mereka menikamkan senjata pada otot dan buah pinang."

9). Bermakna Taukid
Yaitu berlaku huruf tambahan, yang bukan merupakan pengganti dari lafadz yang dibuang dan menggunakan makna taukid adalah menurut sebagian Ulama’.
Contoh:
وَقَالَ ارْكَبُوْا فِيْهَا   
"Dan dia berkata: naiklah kalian semua dalam perahu."

10). Bermakna Ziyadah Li Ta’widl.
Yaitu berlaku huruf zaidah (tambahan) yang mana sebagai ganti dari lafadz yang dibuang.
Contoh:
ضَرَبْتُ فِيْمَنْ رَغِبْتُ 
"Saya memukul orang yang aku senangi."
Asal dari contoh tersebut adalah ضَرَبْتُ مَنْ رَغِبْتُ فِيْهِ.

Itulah 10 macam makna huruf jar fii. Wallahu a'lam.