Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah 6 Tingkatan Ulama Fuqaha' (Ahli Fiqih)

NGAJISALAFY.com | Para ulama fiqih (fuqaha') jika dipandang dari segi derajat kefaqihannya maka terdiri dari enam tingkatan. Apa saja tingkatannya? Yuk! kita simak penjelasannya dibawah ini:

  1. اَلْمُجْتَهِدُ الْمُسْتَقِلُّ adalah para ulama' yang mampu mengistinbatkan (menggali) hukum langsung dari al-Qur'an dan al-Sunnah dengan menggunakan teori-teori usul yang mereka ciptakan sendiri seperti imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Hambali.
  2. اَلْمُجْتَهِدُ غَيْرُ الْمُسْتَقِلِّ الْمُنْتَسِبُ adalah para ulama' yang sudah memenuhi kriteria sebagai mujtahid, namun belum mampu menciptakan kaidah usul sendiri, mereka masih berpegang pada kaidah-kaidah usulnya imam madzhab. Dari kalangan Hanafiyah seperti Abu Yusuf, Muhammad bin Hasan dan Zafr. Dari kalangan Syafi'iyyah seperti al-Buwaithi dan al-Muzanni. Dari Malikiyyah seperti Ibnu al-Qosim, Asyhab dan As'ad bin Furod. Dari kalangan Hanabilah seperti Abu Bakar al-Atsromi dan Abu Bakar al-Mawardi.
  3. اَلْمُجْتَهِدُ الْمُقَيَّدُ مُجْتَهِدُ تَخْرِيْجِ اَصْحَابِ الْوُجُوْهِ adalah para ulama yang mampu mencetuskan hukum-hukum yang belum pernah dijelaskan oleh imam Madzhab dengan tetap berpegang pada kaidah-kaidah ushul al-Madzhab. Dari kalangan Hanafiyah seperti al-Khoshof, at-Thohawi, al-Karokhi, al-Halwani, as-Sarokhsi, al-Bardawi dan Qodli Khon. Dari kalangan Malikiyyah seperti al-Abhari, Ibnu Abi Zaid al-Qoirowani. Dari kalangan Syafi'iyyah seperti Abu Ishaq as-Syairozi, al- Mawardi, Muhammad bin Jarir dan Ibnu Huzaimah. Sedangkan dari kalangan Hanabilah seperti al-Qodli Abi Ali bin Musa dan Qodli bin Abi Ya'la.
  4. مُجْتَهِدُ تَرْجِيْحِ adalah ulama' yang mempunyai kemampuan untuk mentarjih (memberi penilaian kuat dan lemahnya terhadap qoulnya imam Madzhab atau antara pendapatnya imam Madzhab dengan ashab, atau antara Madzhab satu dengan Madzhab yang lain dari kalangan Hanafiyah seperti al-Qouduri dan al-Marghinani. Sedangkan dari kalangan Syafi'iyyah seperti imam Nawawi dan ar-Rofi'i.
  5. اَلْمُجْتَهِدُ فِي الْفَتْوَى adalah para ulama' yang mempunyai kepedulian terhadap kelangsungan madzhab dengan ikut melestarikan, mengutip, mengkaji dan mengupas suatu pendapat. Selain itu, mereka juga mampu mengklasifikasikan antara pendapt yang qowi, dhoif, rojih ataupun marjuh, namun mereka belum mampu menelusuri lebih jauh mengenal dalil-dalilnya atau bentuk analognya. Dari kalangan Hanafiyah yang sudah mencapai tingkat tersebut para pengarang kitab matan dari golongan ulama mutakallimin seperti pengarang matan al-Kanzi, matan al-Mukhtar, matan al-Wiqoyah dan pengarang matan Majma'ul Anhar. Dari kalangan Syafi'iyyah seperti imam Nawawi, Rofi'i ibnu Hajar dan imam Romli.
  6. نُظَّارُ التَّرْجِيْحِ adalah para ulama' yang mampu mengedepankan  analisa dan penilitian tentang perbedaan tarjih yang terjadi dikalangan mujtahid fatwa seperti al-Asnawi. Untuk pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh mujtahid tarijih, mujtahid mutlak, mujtahid muntasab, mujtahid takhrij dan mujtahid fatwa, menurut penegasan para ulama boleh diikuti, adapun untuk pendapatnya nudhorut tarjih, dari masa kemasa selalu dipakai pegangan oleh para ulama meskipun belum ada penegasan. Namun fenomena diatas sudah dianggap cukup sebagai bukti adanya ijma' (konsensus secara amaliyah).
Baca Juga: Inilah Istilah-Istilah Ulama Fuqaha'

Demikianlah uraian singkat tentang 6 tingkatan ulama' fuqaha (ahli fiqih). Oleh karena itu, setelah kita mengetahui tingkatan ulama fuqaha' diharapkan selanjutnya untuk mengetahui seluk beluk tentang hukum syari'at Islam. Wallahu a'lam.