Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bab Isim Ma'rifat dan Isim Nakiroh

Penjelasan Syarah Nadzom Imrity

بَابُ الْمَعْرِفَةِ وَالنَّكِرَةِ
(Bab Isim Ma'rifat dan Isim Nakiroh)

وَاِنْ تُرِدْتَعْرِيْفَ اْلاِسْمِ النَّكِرَةْ  #  فَهُـــوَ الَّذِى يـَقـْــــبَلُ أَلْ مُــئَثِّرَةْ
Terjemah:
Jika kamu menghendaki definisi isim nakiroh, maka ia adalah isim yang bisa menerima "AL" (ال) yang bisa mempengaruhi.

Penjelasan Syarah
Isim dibagi menjadi 2 (dua): 1. isim nakiroh 2. isim ma'rifat.

Definisi isim nakiroh
Isim naqiroh (إسم نكرة) adalah setiap isim yang bisa dimasuki "AL" (ال) yang berfungsi untuk mema'rifatkan. Seperti lafadz رَجُلٌ (seorang laki-laki) menjadi اَلرَّجُلُ (orang laki-laki itu). 
Atau lafadznya tidak bisa dimasuki "AL" (ال) namun searti dengan isim yang bisa dimasuki "AL" (ال) seperti lafadz مَنْ ia tidak bisa dimasuki "AL" namun mengandung artinya lafadz إِنْسَانٌ dan lafadz إِنْسَانٌ bisa dimasuki "AL" dan lafadz مَا yang mengandung arti شَيْئٌ dan lafadz ذُوْ yang mengandung arti صَاحِبٌ.

وَغَيْرُهُ مَعَارِفٌ وَتُخْـــــــــصَرُ # فِى سِتَّةٍ فَاْلاَوَّلُ اسْمٌ مُــضْمَرُ
يُكْنَى بِهِ عَنْ ظَاهِرٍ فَيَنْتَـــمِى  لِلْغَيْبِ وَالْحُضُوْرِ وَالتَّــــــكَلُّمِ
Terjemah:
Adapun selain isim nakiroh adalah isim ma'rifat dan ia dibatasi dalam 6 macam, maka yang pertama adalah isim mudmar (isim dhomir), ia dibuat kinayah (kata ganti) dari isim dhohir, maka ia menunjukkan pada ghoib atau hadir atau takallum.

Penjelasan Syarah
Isim ma'rifat (إسم معرفة) adalah isim yang menunjukkan arti khusus atau tertentu. Dan isim ma'rifat ini dibagi menjadi 6 macam yaitu:
  1. Isim dhomir
  2. Isim alam
  3. Isim isyaroh
  4. Isim mausul
  5. Isim yang dima'rifatkan dengan "AL" (ال).
  6. Isim yang mudhof pada salah satu isim ma'rifat diatas.  

1). Isim Dhomir
Isim dhomir (إسم ضمير) adalah kata pengganti yang menunjukkan:
  • Mutakallim (orang yang berbicara) seperti أَنَا
  • Mukhotob (lawan bicara) seperti أَنْتَ
  • Ghoib (orang/sesuatu yang dibicarakan) seperti هُوَ
وَقَسّـــــمُوْهُ ثَانِيًا لمُِتَّـــــــــــصِلْ #  مُسْتَتِرٍ اَوْبَارِزٍ اَوْ مُنْــــــــفَصِلْ
Terjemah:
Mereka (para ulama' Nahwu) membagi isim dhomir untuk yang kedua kali pada dhomir muttasil mustatir atau muttasil bariz dan pada dhomir munfasil.

Penjelasan Syarah
Isim dhomir (إسم ضمير) itu dibagi menjadi 2 (dua): 1. Dhomir muttasil 2. Dhomir munfasil
1). Dhomir Munfashil
Dhomir munfashil (ضمير منفصل) adalah dhomir yang tidak sambung dengan kalimat lain dan bisa diletakkan di awal kalam, atau setelah kata illa (إِلاَّ) contoh: إِلاَّ هُوَ
2). Dhomir Muttashil
Dhomir muttashil (ضمير متّصيل) adalah dhomir yang selalu sambung dengan kalimat lain dan tidak bisa diletakkan di awal kalam atau setelah kata illa (إِلاَّ) contoh: بِهِ 

Dhomir muttashil di bagi menjadi 2 macam yaitu: 1. Muttashil bariz 2. Muttashil mustatir.
1). Dhomir bariz adalah dhomir yang lafadznya ada bentuknya, contoh: اَلزَّيْدَانِ قَامَا (alif pada lafadz قَامَا adalah dhomir bariz).
2). Dhomir mustatir adalah dhomir yang lafadnya tidak ada bentuknya dan tidak mungkin diucapkan tetapi ada dalam perkiraan.

Kemudian dhomir mustatir dibagi lagi menjadi 2 (dua) macam yaitu wujud dan jawaz.
a). Mustatir wujub adalah dhomir yang wajib disimpan. 
Dhomir mustatir wujub terdapat pada 2 tempat:
  1. Fi'il 'amar, seperti: إِضْرِبْ
  2. Fi'il mudhore' yang yang diawali ta', hamzah dan nun, seperti: تَقُوْمُ، أَقُوْمُ dan نَقُْوْمُ. 
b). Mustatir jawaz adalah dhomir yang boleh di dzohirohkan (ditampakkan).
Dhomir mustatir jawaz terdapat pada 1 tempat:
  1. Fi'il mudhore' yang ghoib atau ghoibah, seperti: زَيْدٌ يَقُوْمُ\زَيْدٌ يَقُوْمُ هُوَ، هِنْدٌ تَقُوْمُ\هِنْدٌ تَقُوْمُ هِيَ.  
Keterangan:
Dhomir munfashil hanya berupa dhomir bariz.

 ثَانِى اْلمَعَارِفِ الشَّهِيْرُ بِاْلعَلَــمْ # كَجَعْفَرٍ وِمَِــكَّةٍ وَكَالْـــــــــحَرَمْ
وَاُمِّ عَــــــــمْرٍ وَاَبِى سَـــعِـــيْدِ  وَنَحْــــوِ كَهْفِ الظُّلْمِ َوالرَّشِيْدِ
Terjemah:
Yang kedua dari isim ma'rifat adalah isim yang terkenal dengan sebutan alam (nama), seperti lafadz جَعْفَرُ، مَكَّةُ الْحَرَمُ، أُمُّ عَمْرٍو، أَبِيْ سَعِيْدِ، كَهْفِ الظُّلْمِ، الرَّشِيْدِ.

Penjelasan Syarah
Isim ma'rifat yang kedua adalah isim alam.
Isim alam adalah kalimat yang menunjukkan arti nama. Contoh: زَيْدٌ، مُحَمَّدٌ، خَالِدٌ
Isim alam ada 2 macam:
  1. Alam syakhs: ialah nama yang menunjukkan makna khusus. Contoh: زَيْدٌ، مَكَّةُ، فَاطِمَةُ.
  2. Alam jinsi: ialah nama yang menunjukkan makna dari beberapa jenis. Contoh: أُسَمامَةُ (nama dari semua jenis macan)
 فَـــمَا اَتَى مِــــــنْهُ بِأُمٍّ اَوْبِـــأَبْ  فَكُنْيَةٌ وَغَيْــرُهُ اسْــمٌ اَوْ لَـقَبْ
فَــمَا بِمَــــدْحٍ اَوْ بِــــذَمٍّ مُشْعِرُ  فَــلَــقَبٌ فَاْلاِسْـــــمُ مَالاَ يُشْعِرُ
Terjemah:
Alam yang datang dengan lafadz أب atau  أم maka itu disebut dengan alam kunyah dan lainnya disebut dengan alam isim atau 'alam laqob.
Alam yang mengandung arti pujian atau cacian maka itu disebut dengan alam laqab, dan alam isim adalah alam yang tidak mengandung pengertian tersebut.

Penjelasan Syarah
Isim 'alam dibagi lagi menjadi 3 macam:
  1. Alam kunyah: ialah setiap nama yang di dahului oleh lafadz أَبٌ، أُمٌّ، إِبْنٌ، بِنْتٌ seperti أَبُوْ بَكْرٍ، أُمُّ أَيْمَان، إِبْنُ عَبَّاسٍ، بِنْتُ الْنَخْلِ.
  2. Alam laqab: ialah setiap nama yang menunjukkan makna mencela atau memuji, seperti نَاصِرُ السُّنَّةِ (pembela atau penolong sunnah).
  3. 'Alam isim: ialah nama asli, seperti: زَيْدٌ (nama orang).
ثَالِـثُــــهَا ِاَشــارَةٌ كَــــذَا وَذِى  رَاِبِعُهَا مَوْصُوْلُ اْلاِسْمِ كَالَّذِى
Terjemah:
Yang ketiga dari isim ma'rifat adalah isim isyaroh, seperti ذَا dan ذِي. Yang keempat adalah isim mausul, seperti اَلَّذِي.

Penjelasan Syarah
Isim ma'rifat yang ketiga adalah isim isyaroh.
Isim isyaroh adalah kalimat isim yang digunakan untuk menunjuk sesuatu, baik benda maupun orang.

Adapun contoh dari isim isyaroh beserta penggunaanya ialah sebagai berikut:
  • ذَا : untuk menunjukkan arti satu (laki-laki), seperti: هَذَا كِتَابٌ نَافِعٌ
  • ذَانِ : untuk menunjukkan arti dua (laki-laki), seperti: هَذَانِ طَالِبَانِ مُجْتَهِدَانِ
  • أُوْلاَءِ: untuk menunjukkan sesuatu yang banyak baik laki-laki maupun perempuan, seperti اُوْلاَئِكَ صُنَّاعٌ مَاهِرُوْنَ (mereka adalah tukang-tukang yang mahir).
  • ذِيْ، ذِِهِ، تَى، تَا: untuk menunjukkan arti satu (perempuan), seperti: هَذِهِ حُجْرَةٌ ضَيِّقَةٌ
  • تَانِ: untuk menunjukkan arti dua (perempuan), seperti: هَاتَانِ إِمْرَأَتَانِ مُطِيْعَتَانِ.
Keterangan:
Isim isyaroh boleh ditambah Ha' Tanbih. Contoh: هَذَا, هَذَانِ.  

Isim ma'rifat yang keempat adalah isim mausul.
Isim mausul adalah kalimat isim yang menjadi penghubung antar kalima.

Isim masul ada 2 macam:
1. Musul ismi: ialah kalimat isim yang butuh pada shilah (jumlah atau serupa jumlah yang jatuh setelah isim mausul) dan 'aid (dhomir yang kembali kepada isim mausul).

Mausul ismi dibagi menjadi 2 macam:
a). Muhtas (khusus satu pengguna) ada enam macam ialah sebagai berikut:
  • Untuk mufrod mudzakkar, seperti الَّذِي 
  • Untuk mufrod mu'annas, seperti الَّتِي 
  • Untuk tasniyah mudzakkar, seperti اللَّذَانِ\اللَّذَيْنِ
  • Untuk tasniyah mu'annas, seperti اللَّتَانِ\اللَّتَيْنِ
  • Untuk jama' mudzakkar, seperti الَّذِيْنَ
  • Untuk jama' mu'annas, seperti اللاَّتِيْ\اللاَّئِيْ
b). Musytarok: ialah isim mausul yang dapat digunakan untuk umum (baik mufrad, tasniyah, jama, mudzakkar dan mu'anasnya). Adapun lafadz dari isim mausul musytarok ini ada enam: مَنْ، مَا، اَلْ، ذُوْ ذَا، اَيٌّ.

2). Mausul harfi: ialah setiap huruf yang dita'wil masdar beserta shilahnya. Adapun lafadznya ialah أَنْ، أَنَّ، كَيْ، مَا، لَوْ.

خَامِسُهَا مُعَرَّفٌ بِحَــــرْفِ أَلْ كَمَا تَـــقُوْلُ فِى مَحَلٍّ نِالْمَحَلْ
Terjemah:
Yang kelima dari isim ma'rifat adalah isim yang di ma'rifatkan dengan huruf اَلْ seperti dalam lafadz مَحَلٌّ menjadi اَلْمَحَلُّ.

Penjelasan Syarah
Isim ma'rifat yang kelima adalah isim yang dima'rifatkan dengan ال.
Setiap kalimat yang diawali oleh اَلْ maka ia dinamakan isim ma'rifat (isim yang menunjukkan arti khusus atau tertentu).
Contoh: اَلرَّجُلُ، اَلْكِتَابُ، اَلنَّبِيُّ. 

 سَادِسُهَا مَا كَانَ مِنْ مُضَافِ  لِـوَاحِـــــدٍ مِنْ هَذِهِ اْلاَصْنَافِ
كَقَوْلِكَ ابْنِى وَابْنُ زَيْدٍ وَابْنُ ذِى #  وَابْنُ الَّذِى ضَرَبْتُهُ وَابْنُ اْلبَذِى 
Terjemah:
Yang ke enam dari isim ma'rifat adalah isim yang di mudhofkan pada salah satu dari macam-macamnya isim ma'rifat diatas. Seperti ungkapanmu: ابْنِي، اِبْنُ زَيْدٍ، اِبْنُ ذِيْ، اِبْنُ الَّذِى ضَرَبْتُهُ، اِبْنُ اْلبَذِى.

Penjelasan Syarah
Isim ma'rifat yang keenam adalah isim yang dimudhofkan pada salah satu dari 5 isim ma'rifat yang telah disebutkan:
  1. Isim dhomir, contoh: ابْنِي 
  2. Isim alam, contoh: اِبْنُ زَيْدٍ 
  3. Isim isyaroh, contoh:  اِبْنُ ذِيْ الْمَرْآةِ 
  4. Isim mausul, contoh: اِبْنُ الَّذِى ضَرَبْتُهُ
  5. Isim yang diawali AL, contoh: اِبْنُ اْلبَذِى    
Keterangan:
  • Enam macam isim ma'rifat ini dalam tingkatan yang berbeda-beda, namu lafadz jalalah (الله) adalah paling ma'rifatnya isim ma'rifat, hal ini sebagaimana yang telah dijelaskan pada postingan sebelumnya. Kemudian disusul isim dhomir, isim alam, isim isyaroh, isim mausul dan keterakhir isim yang di ma'rifatkan dengan اَلْ.
  • Adapun isim yang di mudhofkan itu sama dengan mudof ilehnya, kecuali di mudhofkan pada isim dhomir maka tingkatannya sama dengan isim alam.