Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Isim, Tanda Tanda, Contoh dan Nadzomnya

NGAJISALAFY.com - Kajian tentang klasifikasi kalimat (isim, fi'il, huruf) sangat penting untuk dilakukan karena akan menjadi dasar untuk mengembangkan nalar berikutnya. Ketika kita menyadari bahwa kalimat yang sedang kita hadapi termasuk dalam kategori kalimat isim, maka konsekuensi selanjutnya adalah kita harus memberi hukum i'rab, bisa jadi rofa', nashob atau jer tergantung pada amilnya. Namun sebelum itu, kita harus mengetahui definisi dari kalimat isim, tanda tandanya, contohnya bahkan nadzomnya. Seperti apa penjelasannya? Yuk! kita simak penjelasan dibawah ini:

Nahwu Dasar Tentang Kalimat Isim

Pengertian Kalimat Isim

Kalimat isim adalah kata yang menunjukkan arti benda, nama, sifat, serta tidak mempunyai zaman.

Tanda Tanda Kalimat Isim

Adapun tanda kalimat isim ada 4 (empat):
1). Tanwin
2). Diawali (ال)
3). Diawali huruf jer
4). Bisa dijerkan

Nadzomnya:
 فَالْاِسْمُ بِالتَّنْوِيْنِ وَالْخَفْضِ عُرِفَ  #  وَحَرْفِ خَفْضٍ وَبِلاَمٍ وَأَلِفْ  
Ciri-ciri/tanda tanda kalimat isim ialah : (1) tanwin  (2) i’rab jar (3) kemasukan huruf jar  (4) kemasukan أَلْ
Keterangan:
Dalam kitab Tasywiqul Al-Khalan disebutkan bahwa sebenarnya tanda kalimat isim bukan hanya ada 4 tanda melainkan ada 30 tanda, akan tetapi dari 30 tanda tersebut sudah tercukupi dengan 4 tanda diatas.

1). Tanwin

Adapun definisi dari tanwin adalah هُوَ نُوْنٌ زَائِدَةٌ تَتْبَعُ أَخِرَ الْإِسْمِ لَفْظًا وَتُفَارِقُهُ خَطًّا لِغَيْرِ التَّوْكِيْد (ialah nun mati berupa tambahan yang berada di akhir kalimah isim namun hanya dalam ucapan bukan dalam tulisan dan bukan untuk taukid). Jadi, setiap kata yang bertanwin adalah kalimat isim. 
Contoh:
إِنَّهُ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
إِلىَ صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٌ
إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيْمٌ
فِيْ كِتَابٍ مَكْنُوْنٍ
Lafadz حَمِيْدٌ adalah kalimat isim karena bertanwin.

2). Diawali "AL" (ال)

Setiap kata (lafadz) yang diawali "AL" adalah kalimat isim.
Contoh:
اَلْحَمْدُ لِلهِ
اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
ذَلِكَ الْكِتَابُ
يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ
Lafadz "الْكِتَابُ" adalah kalimat isim karena diawali "AL" (ال).

Keterangan:
Semua kalimat isim pasti bertanwin, kecuali 3:
  1. Terdapat "AL", seperti: اَلْحَمْدُ
  2. Mudhof, seperti: عَبْدُ اللهِ
  3. Isim ghoiru munshorif, seperti: تَفَاسِرُ

3). Diawali Huruf Jer

Huruf jer adalah huruf yang hanya bisa masuk pada kalimat isim. Setiap kata (lafadz) yang diawali huruf jer adalah kalimat isim. Kata yang diawali huruf jer harus dibaca jer, diantara tanda jer adalah kasroh dan disebut dengan susunan jer-majrur.

Macam-Macam Huruf Jer

Nadzomnya:

هَاكَ حُرُوفَ الْجَرِّ وَهْيَ مِنْ إلىَ # حَتَّى خَلا حَاشَا عَدَا في عَنْ عَلَى
مُذْ مُنْذُ رُبَّ اللّامُ كَيْ وَاوٌ وَتَا # وَالكَافُ وَالْبَا وَلَعَلَّ وَمَتَى
Ambillah sebagai Huruf Jar yaitu : Min, Ila, Hatta, Kholaa, Haasyaa, ‘Adaa, Fii, ‘An, ‘Alaa, 
Mudz, Mundzu, Rubba, Lam, Kay, Wau, Ta’, Kaf, Ba’, La’alla, dan Mataa.

Tabel Contoh Huruf Huruf Jer

Adapun lafadz قَيْدٍ adalah kalimat isim karena diawali huruf jer عَنْ 

Keterangan:
مِنْ : ketika bertemu dengan "ال", maka menjadi مِنَ seperti: مِنَ السَّمَاءِ
عَنْ : ketika bertemu dengan "ال", maka menjadi عَنِ seperti: عَنِ السَّاعَةِ
إِلىَ  : ketika bersambung "Dhomir", maka alifnya jadi ya' seperti: إِلَيْهِ
لِ : ketika bersambung "Dhomir", maka menjadi لَ seperti: لَهُ

4). Bisa Dijerkan

Setiap kata (lafadz) yang bisa dijer-kan, maka disebut dengan kalimat isim. Dan diantara tanda jernya adalah kashrah.
Contoh:
كِتَابُ الْأُسْتَاذِ
مِِنْ عِنْدَ اللهِ
اللهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ
فِيْ كُلِّ اَمْرٍ مَرِيْجٍ
Demikianlah penjelasan tentang pengertian isim, tanda-tanda, contoh dan nadzomnya. Semoga bermanfaat, wallahu a'lam.