Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tanya Jawab Seputar Lafadz Sholatan (صلاة)

Pertanyaan:
Assalamu'alaikum Wr, Wb. 
Kenapa dalam sholawat masdarnya menggunakan lafadz "sholatan" bukan "tashliyatan" padahal berasal dari fiil tsulasi mazid biharfin (fa'ala). Selain itu, di dalam al-Qur'an juga banyak misal "faqoddarohu taqdiro", "warottilil qur-ana tartila"

Jawaban:
Wa'alaikum salam Wr, Wb. 
Sholat (صلاة) adalah isim mashdar dari sholla yusholli (bermakna merohmati), di sana tidak menggunakan tashliyah (تصلية) karena khawatir disalah artikan sebagai adzab atau siksa. Hal ini sebagaimana telah digunakan dalam firman Allah Ta'ala :
وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ (الواقعة - 94)
Artinya: "Dan dibakar oleh (neraka) Jahim".

Hal ini hampir serupa dengan lafadz wudhu, تَوَضَّا – يَتَوَ ضَاُ – وُضُوْاء hanya saja kata wudhu' tidak mesti dari توضأ, bisa juga dari وضؤ bidhommil 'ain (wadhu-a). 


Lebih mudahnya silahkan Anda simak pada penjelasan video dibawah ini:
Referensi:
تحقيق المقام شرح كفاية العوام، ص ٥
قوله والصلاة هي اسم مصدر لصلى والمصدر التصلية ولم يعبر بها لإيهامه العذاب

حاشية البجيرمي علي الخطيب ج ١ ص ٣٧
ﻗﻮﻟﻪ : (ﻭاﻟﺼﻼﺓ) ﻫﻲ اﺳﻢ ﻣﺼﺪﺭ ﺇﺫ ﻣﺼﺪﺭ ﺻﻠﻰ اﻝﺗﺼﻠﻴﺔ ﻛﺰﻛﻰ ﺗﺰﻛﻴﺔ ﻟﻜﻨﻪ ﻟﻢ ﻳﺴﻤﻊ ﻓﻲ اﻟﺼﻼﺓ ﺑﻤﻌﻨﻰ اﻟﺮﺣﻤﺔ ﻓﻼ ﻳﺮﺩ ﺃﻧﻪ ﺳﻤﻊ ﻓﻲ اﻟﻌﺬاﺏ ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ (ﻭﺗﺼﻠﻴﺔ ﺟﺤﻴﻢ)

حاشية البجيرمي على المنهج
باب الوضوء : الوضوء اسم مصدر سواء كان فعله توضأ او وضؤ ، لأن الأول مصدره التوضؤ والثاني مصدره الوضاءة كما قال فى الخلاصة فعولة فعالة لفعلا....... الخ