Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pelajaran Pertama Untuk Memahami Nahwu "Bab Kalam"


Pelajawar pertaman yang Wajib Di Pelajari Untuk Memahami Ilmu Nahwu




باب الكلام

(Bab Kalam)




Definisi Kalam


اَلْكَلاَمُ هُوَ اللَّفْظُ الْمُرَكَّبُ الْمُفِيْدُ بِالْوَضْعِ


Artinya : kalam menurut istilah ulama
nahwu adalah lafad yang tersusun dari dua kalimat atau lebih, yang memberi
faidah dengan secara wadlo’





Penjelasanya

Suatu
ucapan atau perkataan bahasa Arab bisa dikategorikan kalam menurut istilah
nahwu apabila memenuhi empat rukun, sebagai berikut  :




       1.     
Berupa Lafadz (لَفْظٌ)


هُوَ الصَّوْتُ الْمُسْتَعْمِلُ عَلىَ بَعْضِ الْحُرُوْفِ
الْهِجَائِيَّةِ





Lafadz ialah suara atau ucapan yang terdiri dari sebagaian huruf hijaiyyah yang yang ada 28. Contoh :زَيْدٌ yang terdiri dari
sebagian huruf hijaiyyah yang berupa
huruf .ز, ي ,د





       2.   Murakkab (مُرَكَّبٌ)


هُوَ مَا تُرَكِّبُ مِنْ
كِلْمَتَيْنِ فَأَكْثَرَ





            Murokkab ialah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih. Contoh:  زَيْدٌ قَائِمٌ (zaid
berdiri)


Pada contoh
diatas itu sudah terdiri dua kaliamat, yang mana kalimat pertama
(زَيْدٌ) yang berupa nama
orang dan
kalimat kedua ialah (قَائِمٌ).





       3.    Mufid (مُفِيْدٌ)


المُفِيْدُ مَا اَفَادَ
فَائِدَةً يَحْسُنُ السُّكُوْتُ مِنَ الْمُتَكَلِّمِ وَالسَّامِعِ عَلَيْهَا





           Mufid ialah lafadz yang
memberi faidah atau kefahaman baik pada pembicara (
الْمُتَكَلِّمِ) dan
pendengan(
السَّامِعِ). Seperti contoh:قَامَ زَيْدٌ
 (zaid telah berdiri)


Pada contoh tersebut sudah memberi kafahaman makna, yaitu Berdirinya
zaid
, sehingga pihak mutakallim dan sami’ sudah paham maknanya.





       4.    Wadha’ (وضع(


          Lafadz yang diucapkan
dengan sengaja dan berbahasa arab. Seperti c
ontoh:قَامَ زَيْدٌ
 (zaid telah berdiri)



Kesimpulan

  • kalam menurut istilah nahwu ialah setiap lafadz yang
    tersusun dari dua kalimat atau lebih yang memberi faidah secara waadho’(dengan
    bahsa arab dan disengaja)



  •   Apabila ada suatu susunan kalam yang kurang dari salah
    satu rukun saja, maka tidak bisa disebut sebagai kalam.




Posting Komentar untuk "Pelajaran Pertama Untuk Memahami Nahwu "Bab Kalam""