Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Shalat jum'at

 SHALAT JUM’AT


1.      
Pengertian shalat
Jum’at



Shalat jum’at yaitu shalat dua rakaat yang
dikerjakan sesudah dua khutbah di hari jum’at di waktu zhuhur. Hukumnya fardu
ain bagi tiap-tiap muslim, mukallaf laki-laki sehat dan bermukim.



 



2.      
Syarat-syarat wajib shalat
Jum’at



a.      
Islam : orang kafir tidak
wajib shalat jumat



b.     
Baligh (dewasa) : anak-anak
tidak wajib shalat jumat



c.      
Berakal : orang gila tidak
wajib shalat jumat



d.     
Laki-laki : perempuan tidak
wajib shalat jumat



e.     
Sehat : orang sakit tidak
wajib shalat jumat



f.       
Menetap : orang yang
berpergian tidak wajib shalat jumat.



 



3.      
Syarat sahnya shalat
jumat



a.      
Tempat shalat jumat harus
tertentu



b.     
Jumlah orang yang berjamaah
harus berjumlah 40 orang laki-laki



c.      
Dilakukan pada waktu zhuhur



d.     
Sebelum shalat jumat di
dahului oleh dua kutbah.



 



Risalah menegnai shalat jumat ini harus perlu dikemukan beberapa
pendapat yang dapat di jadikan pegangan bagi daerah tertentu yang mungkin
pengikut jamaahnya kurang dari 40 orang.



-         
Imam Abu hanifah (imam
hanafi) menyatakan cukup empat orang termasuk imam. Pendapat ini sesuai dengan alas
an hadits Nabi yang artinya “jamaah itu wajib bagi tiap-tiap desa yang ada
padanya seorang imam, walaupun penduduknya hanya ada 4 orang.
” (HR.
Thabrani).



 



-         
Imam Aw-Zai menyatakan
jumlah jamaah itu cukup dengan 12 orang. Pendapat ini berdasarkan alas an hadits
Nabi yang artinya : “orang pertama kali yang datang ke madinah dari kaum
muhajirin adalah Mush’ab bin Umair, dan dialah orang yang pertama kali
mendirikan shalat jumat di situ pada aktu hari jumat, sebelum Nabi Muhammad saw
datang (dan waktu itu) mereka berjumlah 12 orang.
” (HR. Thabrani).



 



Imam Syafi’I menyatakan jumlah itu harus 40 orang yang
hadir, dengan alasan hadits yang artinya : “telah berkata Abdurrahman bin Ka’ab:
“bapak saya ketika mendengar adzan hari jumat biasanyamendoakan bagi As’ad bin
Zararah. Maka saya bertanya kepadanya : apabila mendengar adzan, mengapa ayah
mendoakan As’ad bin Zararah? Ayahnya menjawab : karna dialah orang yang pertama
kali mengumpulkan kita untuk shalat jumat di desa Hazimin Nabit. Maka saya
bertanya kepadanya : berapakah orang yang hadir waktu itu? Ia pun menjawab :
empat puluh orang laki-laki.
” (HR. Abu Dawud).



Beberapa pendapat di atas dapat di lihat kembali pada kitab
Nailul Authar, jilid III halaman 284



4.      
Rukun Khutbah



a.      
Membaca Alhamdulillah dalam
dua khutbah itu



b.     
Membaca shalawat kepada
kanjeng Nabi Muhammad saw dalam dua khutbah



c.      
Berwasiat “taqwa” kepada
Allah dalam dua khutbah



d.     
Membaca Al Quran dalam satu
khutbah



e.     
Memohonkan maghfirah (ampunan)
bagi seluruh mukminin pada khutbah yang kedua



f.       
Mendoakan kaum muslim



5.      
Syarat-syarat Khutbah



a.      
Isi rukun khutbah dapat di
dengar oleh 40 orang tersebut



b.     
Berturut-turut antara
khutbah pertama dan lalu kemudian yang kedua



c.      
Menutup auratnya



d.     
Badan, pakian dan tempatnya
suci dari hadast dan najis



e.     
Khutbah di mulai setelah
tergelincirnya matahari



f.       
Khatib khendaklah berdiri
jika mampu



g.      
Diantara dua khutbah hendak
nya khatib duduk untuk berhenti sebentar.



6.      
Sunnah Khutbah



a.      
Khutbah dilakukan di atas
minbar atau tempat yang tinggi



b.     
Diucapkan dengan kalimat
yang baik, fasih, jelas, mudah difahami, dan sederhana



c.      
Khatib menghadap kepada
jamaah shalat jumat



d.     
Sewaktu duduk di antara dua
khutbah membaca surah Al-Ikhlas



e.     
Menertertibkan rukun



f.       
Saat mendengar khutbah
jamaah harus diam dan memperhatikan khutbah



g.      
Memulai da mengakhiri
khutbah dengan salam



7.      
Sunah sebelum Jumat



a.      
Mandi dan membersihkan
tubuh



b.     
Memakai pakian putih

c.      
Memotong kuku



d.     
Memakai wangi-wangian



e.     
Memperbanyak membaca
ayat-ayat Al Quran, doa dan dzikir-dzikir



f.       
Tenang saat khatib membaca
khutbah



8.      
Niat Shalat Jumat



a.      
Shalat sunnah dua rakaat :



 USHALLI SUNNATAL JUMU’ATI
RAKATAINI QABLIYYATAN LILLAHI TA’AALAA



Artinya :                    



aku niat shalat sunnah jumat dua rakaat sebelumnya, karna Allah ta’alaa



 



USHALLI SUNNATAL JUMU’ATI
RAKATAINI BA’DIYYATAN LILLAHI TA’AALAA



Artinya :



aku niat shalat sunnah jumat dua rakaat sesudahnya, karna Allah ta’alaa



b.     
Shalat fardu Jumat



USHALLI FARDHAL JUMU'ATI RAKATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAAN MA'MUUMAN LILLAHI TA'AALAA ALLAHU AKBAR

Artinya :

"aku berniat shalat fardu jum'at dua raka'at menghadap kiblat mengikuti imam karna allah ta'aalaa"

1.     Wirid dan Doa Shalat
Jumat



Beberapa bacaan yang dianjurkan setelah shalat jumat :

a. Surah al Fatihah 7x

b. Surah al Ikhlas  7x

c. Surah al falaq    7x

d. Surah an nass    7x

Kemudian membaca Doa :


ALLAHUMMA YAA GHANIYYU YAA HAMID YAA MUBDIU YAA MUIID YAA RAHIMU YAA WADUUD AGHNINI BIHALALIKA'AN HARAAMIK WABITHAATIKA'AN MASHIYAATIKA A BIFADLIKA AMMAN SIWAAK.

Artinya :

"ahai allah yang maha kaya yang maha terpuji "





1.

jk







Posting Komentar untuk "Shalat jum'at"