Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tanya Jawab Nahwu Seputar Bab Kalam

NGAJISALAFY.com - Ketika belajar ilmu nahwu dasar pastinya kita akan menemukan pelajaran pertama yang terlebih dahulu harus kita pahami yakni bab kalam. Hampir mayoritas kitab yang menjelaskan ilmu nahwu meletakkan bab kalam sebagai pelajaran pertama yang harus dipahami terlebih dahulu sebelum mempelajari bab-bab selanjutnya. Oleh karena itu, sebelum kita mengetahui kumpulan tanya jawab nahwu seputar kalam alangkah baiknya kita mengetahui apa itu kalam? kalam adalah suatu ungkapan (berbahasa Arab) yang memberi pemahaman baik diantara pembicara (mutakallim) maupun pendengar (mustami'), seperti ungkapan: ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا (Zaid memukul 'Amr). 


Ketika seseorang mengucapkan uangkapan ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا (Zaid memukul 'Amr) maka sudah dapat di pastikan ungkapan itu disebut dengan kalam, dikarenakan sudah memenuhi rukun-rukun dari kalam yakni 1. berupa lafadz, 2. terdiri dari dua kalimat atau lebih, 3. berfaidah (dapat dipahami) antara pembicara dan pendengar,  4. disengaja diucapkan dengan berbahasa Arab. 

Itulah pemahaman dasar seputar kalam, berikut ini kami akan memaparkan kumpulan tanya jawab nahwu seputar kalam sebagaimana penjelasan dibawah ini:

Baca Juga: Kumpulan Kisah Unik Ulama' Nahwu

kumpulan tanya jawab ilmu nahwu

1. Suara burung Beo bisakah dikatakan kalam?

Jawab: Tidak termasuk kalam, meskipun sudah berupa lafadz, tersusun dari dua kalimat/lebih (murakkab), berfaidah secara dhohir, karena kata kata tersebut tidak dimaksud (kehendaki) oleh mutakallim.
  • Refrensi: al-Maqudi, hal. 3

2. Ucapan orang mabuk, mengigau apa termasuk kalam?

Jawab: Tidak
  • Refrensi: Almaqudi, hal. 3

3. Berbincang-bincang denan bahasa Indonesia apa termasuk kalam?

Jawab: Dalam hal ini Ulama silang pendapat :
Kalam                : Menurut Ulama yang mendefinisikan wadlo' (dengan sengaja)
Tidak Kalam      : Menurut Ulama yang mendefinisikan wadlo' (dengan bahasa arab)
  • Refrensi: Asymawiy, hal. 2-3
4. Bagaimana persepektif Nahwu tentang arti كلام di tinjau dari etimologi?
Jawab: Yaitu suatu ungkapan (suatu ucapan baik sedikit maupun banyak).
  • Refrensi: Taswiq Al-Khollan, hal. 3 

5. Ucapan Malaikat dan Jin, apa termasuk lafadz dalam bab Kalam menurut pakar Nahwu?

Jawab: Termasuk lafadz dalam bab Kalam, bila ucapan mereka seperti ucapan kita.
  • Refrensi: Hasyiyah Al-Khudlori, Jus 1 hal. 14

6. Tulisan جَاءَ زَيْدٌ di papan tulis, apa termasuk kalam tulisan tersebut?

Jawab: Tidak termasuk kalam, karena menurut Ulama Nahwu harus diucapkan (berbentuk lafadz).
  • Refrensi: Al-Kawakib Ad-Durriyyah, hal 6

7. Menurut literatur Nahwu, kenapa kalam tidak bisa terjadi pada susunan dua kalimah fiil atau dua kalimah huruf?

Jawaban: Karena kalam itu harus isnad atau disandarkan (terdiri dari susuna musnad dan musnad ilaih) hal itu tidak akan terwujud kecuali dari dua Isim atau Fiil yang bersamaan Iism.
  • Refrensi: Al-Kawakib Ad-Durriyyah. hal. 6

8. Di dalam nadhom Imrithi Kyai Nadhim tidak menyebutkan Wadlo' sebagai juz (syarat) dari kalam, Benarkah demikan?

Jawab: Benar, sebab Kyai Nadhim mengikuti qoul lemah, bahwa kalam itu tidak disyaratkan wadlo'.
  • Refrensi: Ubadah Al-Aduwwiy. hal. 40
Demikianlah tanya jawab seputar bab kalam, dengan mengetahui beberapa problmatika gramatika bahasa Arab beserta jawabannya diharapkan semakin menambah wawasan bagi kita semua.

Posting Komentar untuk "Tanya Jawab Nahwu Seputar Bab Kalam "